Disdagkop Tarakan Akan Melakukan Monitoring Untuk Stabilkan Harga Cabai

TARAKAN – Harga cabai rawit merah disejumlah pasar Tarakan, terus mengalami peningkatan terhitung sejak 4 bulan terakhir.

Terbukti, dari data yang tercatat Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disdagkop) Tarakan menyebutkan sejak beberapa hari terakhir harga cabai rawit merah mengalami peningkatan harga dari Rp 50 ribu hingga menjadi Rp 130 ribu per kilogram.

Kepala Disdagkop Untung Prayitno melalui Kabid Penguatan dan Pengembangan Perdagangan Suwaji menyampaikan kenaikan harga cabai rawit merah ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi sehingga berdampak terhadap penurunan hasil panen.

“Ke depannya kami bersama Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan akan melakukan monitoring untk memantau peningkatan harga maupun stok barang,” jelasnya.

‘’Dikarenakan permintaan cabai tidak terpenuhi maka dari itu penawaran harga nya melambung tinggi, kami akan berupaya untuk mengawasi permintaan stok cabai,’’ ujar Suwaji kepada benuanta.co.id pada Selasa (09/03/2021).

Selain adanya peningkatan harga cabai rawit merah, lanjut Suwaji, saat ini juga terdapat beberapa harga bahan pokok yang mengalami perubahan harga diantaranya seperti ikan layang naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu.

Ia menjelaskan bahwa komoditi lainnya berupa hasil pertanian/perkebunan, peternakan, industri maupun bahan bangunan harganya cukup stabil. Biasanya komoditas yang mengalami kenaikan dikarenakan proses distribusi terhambat. Akibat pandemi Covid-19 sarana transportasi kurang lancar sehingga ada keterlambatan pasokan.

‘’Komoditi yang mengalami peningkatan harga selain gagal panen di karenakan proses impornya terhambat, hal ini yang akan di monitor kedepannya juga,’’ katanya.(*)

Reporter: Reza Munandar
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *