Penerapan Jalus Khusus bagi Kendaraan Truk akan Kembali Diterapkan Dishub KTT

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) KTT, berencana berlakukan aturan terkait pembatasan arus lalu lintas (Lalin) kendaraan roda besar seperti mobil truk.

Pemberlakuan itu, dinilai sangat penting untuk dilakukan mengingat Kabupaten Tana Tidung (KTT) merupakan daerah industri berkembang, selalu banyak dilalui oleh mobil truk perusahaan.

Kabid Sarana Prasarana, Dishub KTT, Didakus Vito mengatakan pemberlakuan pembatasan arus lalin truk sebenarnya sudah ada di KTT. Namun ingin diperketat bersama dengan aparat kepolisian.

“Sudah berlaku sebenarnya karena para pengendara truk bermuatan itu sudah kita larang untuk melintas di beberapa titik jalan Tideng Pale, hanya nanti akan kita pertegas bersama anggota Polri,” kata Vito.

Ia menjelaskan beberapa rambu larangan truk melintas sudah ada di beberapa titik jalan di KTT. Meski hal ini sering dikeluhkan oleh para pengemudi truk, namun Vito menegaskan kalau truk tetap harus melintas di jalur aman yang sudah ditetapkan oleh Dishub KTT.

“Truk kalau mau masuk itu harus lewat jalur lama Tideng Pale, karena untuk jalur baru, itu sudah padat penduduk,” ujarnya lagi.

“Memang hal ini sering dikeluhkan oleh sopir truk, karena mereka harus mutar jalan dan boros bahan bakar. Tapi saya tegaskan, kalau mereka tetap harus melintas lewat sana selama membawa muatan penuh,” tegasnya.

Tak hanya itu saja, Vito juga berencana ini melakukan penertiban muatan terhadap para kendaraan truk yang dianggap sering melintas tidak sesuai SOP keselamatan. Seperti membawa muatan yang sesuai kapasitas, menjaga batas kecepatan hingga tidak menutup muatan.

“Hal ini bahaya loh dan sering dikeluhkan oleh masyarakat, khususnya muatan pasir yang sering berceceran dan menyebab jalan aspal menjadi licin. Hingga terbang dan masuk ke mata pengendara motor,” bebernya.

Meski demikian, Vito juga mengaku pihaknya kerap kesulitan mengatur beban muatan kendaraan truk, pasalnya KTT sendiri belum memiliki jembatan atau ruas jalan yang dibuat khusus untuk menimbang beban truk.

“Kita lakukan secara perlahan lah, karena untuk saat ini fokus kita membuat jalur aman masyarakat dari truk,” tutupnya.(*) 

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *