benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melaksanakan pertemuan dengan sejumlah perwakilan buruh yang ada di Nunukan dan perwakilan perusahaan di Lantai 3 kantor Bupati pada Selasa, 7 Juni 2022.
Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid menyampaikan pertemuan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati May Day 1 Mei, yang mana biasanya serikat buruh melakukan aksi di jalan namun sesuai dengan arahan pemerintah pusat untuk dilaksanakan melalui forum diskusi.
“Diskusi ini kita laksanakan untuk serikat buruh agar mereka bisa menyampaikan saran, masukan maupun tuntutan yang menjadi hak-hak mereka kepada pihak perusahaan, kita juga tadi mengundang pihak perusahaan untuk ikut hadir,” ungkap Laura kepada benuanta.co.id.
“Mungkin ada beberapa kesalahpahaman antara buruh dan perusahaan serta ada beberapa tuntutan mereka yang harus ditindaklanjuti oleh pihak perusahaan,” ujarnya.
Laura mengungkapkan akan melayangkan surat kepada sejumlah perusahaan yang sifatnya klarifikasi, pemberitahuan dan menekankan kepada pihak perusahaan untuk segera melakukan evaluasi.
“Karena mereka juga tadi mengakui beberapa kekeliruan misalnya gaji yang seharusnya dibayar di awal bulan namun kenyataannya dibayar sekitar tanggal 15 karena keterlambatan laporan dari divisinya,” bebernya.
“Jadi, kita minta kepada mereka sebelum tanggal 1 atau 2 laporan tersebut harus sudah siap, harus ada strategi supaya tidak ada keterlambatan pembayaran,” tegasnya.
Terkait keluhan mengenai UMK yang hanya naik Rp 5 ribu, berdasarkan aturan yang telah di tetapkan tidak serta dinaikkan atas kemauan bupati, disnakertrans atau pun pihak perusahaan.
“Seperti yang dikatakan kepala dinas disnakertrans, untuk UMK yang hanya naik Rp 5 ribu dari tahun sebelumnya itu sudah ada indikatornya semuanya sudah ada regulasinya,” jelasnya.
Selain itu, Laura mengimbau kepada pihak perusahaan untuk dapat menegakkan aturan yang ada. Keluhan buruh jika perusahaan merasa salah untuk segera diubah.
“Intinya secara detail dan lengkapnya akan kita tindaklanjuti melalui surat Bupati yang akan saya tanda tangani secara langsung untuk ditujukan kepada beberapa perusahaan,” ujarnya.
Ketua PK serikat buruh PT SIL-SIP Tamin Kudus, menyampaikan harapan mereka untuk kesejahteraan buruh agar dapat lebih diperhatikan perusahaan khususnya tempat tinggal karyawan yang sudah tidak layak dan masa pensiun yang seharusnya sudah waktunya pensiun tapi perusahaan tidak mau pensiunkan.
“Banyak sekali perusahaan di Nunukan ini yang tidak memperhatikan kesejahteraan dan hak-hak buruhnya,” ujar Tamin.
Tamin berharap apa yang mereka sudah sampaikan agar dapat direalisasikan oleh pihak perusahaan dan hasil diskusi mendapat direspons dengan baik oleh Bupati Nunukan Laura.
“Kami ucapkan terima kasih kepada ibu Laura karena responsnya yang sangat baik dan cepat kepada buruh,” ungkapnya.
“Kalau perusahaan sejalan baik dengan buruh tujuan kita pasti sama untuk kesejahteraan buruh memajukan perusahaan,” pungkasnya.(*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Ramli







