benuanta.co.id, NUNUKAN – Inisiatif warga membangun Bank Sampah Karya Bersama di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan mendapat dukungan dari pihak kecamatan, kelurahan, dunia usaha dan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan melalui pendanaan dan pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan.
Kepada Bidang Persampahan DLH Nunukan Jonet mengatakan, karena DLH Nunukan terus berupaya mengelola limbah sampah plastik dari pembudidaya rumput laut agar tidak merusak lingkungan dan dapat mengurangi sampah botol plastik.
“Kita fokus untuk pengelolaan sampah plastik yang sumbernya dari pembudidaya rumput laut. Beberapa kelompok pembudidaya rumput laut di Kelurahan Tanjung harapan sudah mulai komitmen untuk tidak lagi membuang sampah ke laut namun mereka kumpul setelah itu mereka bawa ke Bank Sampah untuk diolah kembali,” jelas Jonet, Selasa (1/3/2022).
Sedangkan fasilitas di bank sampah yang sudah ada yakni mesin pencacah plastik, dan mesin pembuat pelampung.
Jika sudah sampai ke proses pencetakan pelampung, pembudidaya rumput laut tidak lagi perlu menggunakan botol bekas sebagai pelampung, tapi menggunakan pelampung yang lebih kuat. Dengan begitu sampah botol bisa diatasi tidak lagi menghiasi permukaan air laut sebagai sampah.
Bank Sampah Karya Bersama telah mengerjakan proses sortir untuk semua jenis plastik dan telah melakukan pencacahan untuk bahan baku pembuatan pelampung, namun saat ini belum proses pencetakan karena ini membutuhkan bahan baku volume yang sangat besar dan juga masih menunggu kegiatan pelatihan terhadap anggota dari Bank Sampah Karya Bersama.
“Sementara sudah mengumpulkan bahan baku dan tidak hanya dari Tanjung Harapan saja, tapi dari beberapa sumber sepanjang warga bisa memilah sampah plastik, setalah kita angkut akan di cacah ,” ujarnya.
Sedangkan jenis botol yang bisa digunakan untuk pencetakan pelampung jenis botol HDPE, seperti botol oli, tutup botol minuman, gayung, jenisnya tidak bening.
Harga botol ini fluktuasi sedangkan botol bekas dari rumput laut itu dikenakan Rp 600 sedangkan botol bersih bisa sampai Rp 1.000 per kg, sedangkan kertas karton, kardus Rp 1000 per kg, logam bermacam-macam harga dari Rp 5.000-8.000 tergantung dari jenis botolnya.
“Masyarakat juga harus sadar buang sampah pada tempatnya yang telah disediakan, dan mencari akses Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang dekat dari rumah,” ujarnya.
Jonet mengimbau agar warga tak lagi membuang sampah ke laut karena bisa merusak ekosistem. Kemudian memilah sampah dari rumah yang bisa diolah kembali seperti plastik, kertas, logan, dan sampah lainnya.
“Buang sampah tepat pada waktu dari jam 18.00 – 06.00 Wita agar kota bisa bersih sesuai jadwal pengangkutan. Kalau tidak tertib waktu pembuangannya sehingga saat diangkut terlewatkan,” pungkas Jonet. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







