benuanta.co.id, NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, SE, MSi, ikut panen Padi Genjah di Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kamis (17/2/2022) kemarin.
Panen itu juga dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Dr. Ir. Fery Fahrudin Munir M.S.c.
Hanafiah menyampaikan hasil produksi petani di Kabupaten Nunukan sampai saat ini belum mampu mewujudkan swasembada beras. Kebutuhan beras di masyarakat sampai sekarang masih harus disuplai dari Sulawesi Selatan dan Surabaya.
Selain dari hamparan sawah produktif yang belum terlalu luas, jumlah petani khususnya wilayah Nunukan dan Sebatik juga cenderung menurun akhir-akhir ini karena banyak yang mulai beralih menjadi petani rumput laut.
“Walaupun saat ini kita belum bisa mewujudkan swasembada beras secara penuh, tapi kita akan optimis melakukan upaya-upaya peningkatkan hasil produksi para petani di Kabupaten Nunukan harus terus dilakukan. Sehingga ketergantungan dengan beras dari Sulawesi Selatan dan Surabaya bisa dikurangi,” kata Hanafiah, Jumat (18/2/2022).
Jadi ada beberapa langkah yang harus dilakukan sehingga mendapatkan hasil produksi yang lebih banyak, seperti melakukan ekstensifikasi. Yaitu dengan menambah luasan sawah produktif dan usaha isentifakasi melalui dari memilih benih yang baik, melakukan pemupukan secara teratur, mengatur irigasi, diimbangi dengan pengolahan sawah, pemeliharaan intensif dan pengendalian hama terpadu.
Padi yang dipanen ini merupakan jenis benih unggul varietas Cakra Buana dan Padjadjaran yang merupakan hasil pengembangan dari kerjasama Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian dengan BPTP Kaltimtara. Hasil panenan kali ini diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai unggulan oleh para petani.
Hanfiah juga meminta kepada petani agar tidak meninggal sawahnya jika ingin melakukan pembudidaya rumput laut.
“Tapi kalau boleh janganlah lantas meninggalkan sawahnya sama sekali, diatur saja waktunya dengan baik ada kalanya melaut dan ada waktunya juga turun kesawah menanam padi,” ujar H. Hanafiah.
Sementara itu kepala BPTP Kaltimtara Dr. Fausiah T. Ladjah SP M Si, menyebut varietas unggulan baru Badan Litbang Pertanian yang umurnya cepat, yaitu sekitar 100 sampai 102 hari dan itu sangat cepat dibandingkan dengan umur padi yang biasa ditanam sekitar 120 sampai dengan 130 hari.
Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Nunukan Hj. Rahma Leppa, mengatakan di Nunukan ini masih banyak lahan sawah yang masih tidur. Beberapa sawah yang sudah lengkap termasuk perairannya tidak dikelola dengan baik.
“Saya meminta kementerian pertanian agar menolong petani-petani dibantu bukan hanya bibit, tetapi juga bantuan berupa cetak lahan sawah (traktor) dan pupuk,” jelasnya. (*)
Reporter : Darmawan
Editor : Yogi Wibawa







