benuanta.co.id, NUNUKAN – Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih di tengah pandemi Covid-19, membuat beberapa lapangan pekerjaan sulit, bahkan lulusan sarjana juga semakin kian bertambah belum bekerja. Kebanyakan para lulusan ini berkeinginan bekerja di perkantoran.
Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid, menyampaikan pelaku usaha kerap alami kesulitan. Berdampak pada makin ketatnya persaingan mencari pekerjaan, terutama bagi para lulusan baru.
Potensi di Kabupaten Nunukan adalah ke ekonomi kerakyatan, namun banyaknya lulusan yang baru selesai kuliah lebih dominan bekerja di perkantoran.
“Untuk sarana fasilitas pemerintah daerah (Pemda) Nunukan terkait tenaga kerja sudah memenuhi bahkan melebihi sehingga menjadi suatu masalah, contohnya di kantor Bupati,” kata Laura, Senin 27 Desember 2021.
Dia menjelaskan sebenarnya lapangan pekerjaan itu lebih banyak potensi ke ekonomi kerakyatan, namun disayangkan banyak masyarakat yang baru lulus S1 enggan menjadi petani dan pekerjaan lainnya dan sebagainya. “Padahal potensi daerah kita itu arahnya ke sana,” jelasnya.
Selain itu, yang baru lulus kuliah di sarankan untuk masuk bekerja di wilayah perusahaan, namun banyaknya lowongan kerja di perusahaan dominan pemanen sawit, sarjana dinilai enggan melakukan hal tersebut.
Sebelumnya pemda Nunukan sempat ingin mengadakan job fair bagi masyarakat Nunukan yang baru saja lulus kuliah namun terkendala dengan Pandemi covid-19 sehingga ditunda.
“Bagi masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan kita bantu untuk memfasilitasi, namun banyaknya alasan mereka takut pisah dengan orang tuanya dan sebagainya,” jelasnya.
Untuk tenga kerja di perkantoran pemda tidak ada penerimaan tenaga honor selain Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sesuai kebijakan pemerintah pusat.
“Mereka Disarankan untuk melamar pekerjaan itu di perusahaan, namun banyaknya kami dapat informasi mereka tidak betah,” terangnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







