benuanta.co.id, NUNUKAN – Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH.,M.Hum mengunjungi Pabrik Pengolahan Rumput Laut PT. Galic Artabahari di Bekasi Jawa Barat, pada Ahad, 12 Desember 2021. Dirinya menjemput bola agar ke depannya pabrik rumput laut dapat berdiri di Kabupaten Nunukan.
Gubernur Kaltara mengajak PT. Galic Artabahari agar bisa mendirikan pabrik di Kabupaten Nunukan. Dipaparkan gubernur, bahwa Kabupaten Nunukan merupakan daerah penghasil rumput laut tertinggi di Kaltara.
Dengan didampingi Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid, S.E., M.M., Ph.D, orang nomor satu di Kaltara itu memaparkan produktivitas rumput laut di bumi Tunon Taka.
Dijelaskan Gubernur, setiap triwulan produksi rumput laut kian meningkat. Pada triwulan pertama disebut gubernur sebanyak 99 ton, triwulan kedua 112 ton dan triwulan ketiga lebih meningkat lagi.
“Apabila pabrik akan berdiri di Nunukan, tentu Bupati Nunukan akan menyiapkan lahan. Bila terdapat pabrik rumput laut di Nunukan, biaya pengiriman dari Nunukan ke Jakarta itu kita hapuskan. Untuk ekspor juga lebih dekat dari Nunukan,” ujar gubernur.
Pihaknya mengapresiasi jajaran direksi perusahaan yang menyambut kehadirannya bersama Bupati Nunukan dan juga Wakil Ketua DPRD, Andi Muhammad Akbar.
Mantan Wakapolda Kaltara itu menilai dari pertemuannya sangat membantu untuk mengupayakan kehadiran pabrik tersebut di bumi Benuanta.
“Saya harus berlari kencang membawa kemajuan bagi Kaltara. Potensi Kaltara sangatlah menjanjikan, terutama potensi perikanan. Intinya rakyat saya sejahtera dan para petani rumput laut dapat berhasil itulah tujuannya,” kata Zainal.
Sementara itu, Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid, S.E., M.M., Ph.D menuturkan bahwa cita-cita Gubernur Kaltara sejalan dengan kondisi dan peluang kabupaten yang dipimpinnya.
“Terima kasih atas inisiatif pak Gubernur Kaltara untuk menghadirkan pabrik rumput laut di Nunukan. Memang sejatinya Nunukan memiliki potensi perikanan rumput laut. Kami tentu menyambut baik,” tutup Laura. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Matthew Gregori Nusa







