benuanta.co.id, NUNUKUN – Sebanyak 51 peserta mengikuti Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Kejuruan Tata rias Pengantin, Se Kabupaten Nunukan, dalam rangka mengurangi pengangguran dan kemiskinan khususnya bagi kaum perempuan.
Ketua Panitia Harcungcung, S.Pd mengatakan, selain pelatihan juga pemberian sertifikat kompetensi tata rias pengatin kepada penata Rias pengatin Se Kalimantan Utara,
51 orang peserta berasal dua wilayah yang ada di Kabupaten Nunukan. Pembukaan dan pelatihan dilaksanakan di Paras Perbatasan dan di Sei Manggaris.
“Tujuannya untuk peningkatan kompetensi bagi masyarakat perbatasan dibidang tata rias pengantin, sehingga dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan khususnya bagi kaum perempuan,” kata Harcungcung, Kamis (25/11/2021).
Target pelatihan bagi yang tamat sekolah namun tidak melanjutkan, anak putus sekolah, anak usia 17 smpai dengan 25 tahun.
Selain itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nunukan, Serfianus, S.IP, M.Si mengatakan, peluang bisnis karena setelah mengikuti pelatihan tentu akan mendapatkan keahlian. Padahal di kota-kota besar, keberadaan event organizer (EO) yang secara khusus menangani prosesi pernikahan telah menjadi bisnis yang cukup menjanjikan karena menggunakan jasa rias, sehingga menurutnya, pendidikan kecakapan solusi yang tepat.
Walaupun di masyarakat hanya memandang pernikahan sebagai sesuatu yang sakral dan istimewa, sehingga harus disusun dan ditata sebaik mungkin karena akan menjadi kenang-kenangan di sepanjang hidupnya.
“Atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Nunukan, saya menyambut baik pelatihan tata rias pengantin ini. Saya berharap yang memiliki minat untuk terjun dalam bisnis tata rias pengantin bisa belajar dan menimba ilmu yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarganya,” imbuhnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







