benuanta.co.id, NUNUKAN – Selama tiga hari pelaksanaan PPPK bagi tenaga honorer di Kabupaten Nunukan sebanyak 12 orang tidak hadir pelaksanaan ujian kompetensi PPPK, hingga Rabu 15 September 2021.
Panitia Penanggung Jawab Pelaksanaan Ujian kompetensi PPPK guru honorer, Mahfuz mengatakan, bagi peserta Ujian kompetensi PPPK yang dinyatakan positif swab antigen atau sakit tidak dapat mengikuti ujian. Maka akan ikut ujian susulan.
Namun mengikuti jadwal dari pemerintah pusat. “Saya juga merekomendasikan ke pusat untuk menyampaikan permasalahan hal tersebut,” kata Mahfuz.
Jadi, setiap peserta yang lolos verifikasi berkas akan mengikuti ujian namun melaksanakan ujian tahap selanjutnya jika ada kendala di tahapan pertama, seperti sakit dan terkonfirmasi positif Covid-19.
Sedangkan yang tidak hadir tanpa keterangan pihaknya terus melakukan koordinasi kepada yang bersangkutan karena ini biasanya letak geografis wilayah di kabupaten seperti jaringan apalagi di Krayan harus menggunakan pesawat.
“Ini juga akan kami rekomendasikan akan ikut ujian susulan kedua, yang akan kita sampai ke pusat,” jelasnya.
Sebanyak 12 orang ini terdiri dari sweb antigen 6 orang positif , tanpa keterangan 5 orang dan sakit 1 orang. “Semua peserta diwajibkan untuk mengikuti tes, karena pemerintah pusat telah memberikan kebijakan, bagi yang saki dan terkonfirmasi covid-19 akan diusulkan untuk tes tahap kedua,” terangnya.
Dia juga menjelaskan, sebelum melaksanakan ujian kompetensi PPPK panitia telah melakukan persiapan sebelum pelaksanaan, dan selama pelaksanaan tiga hari ini tidak ada masalah.
Untuk jaringan listrik pihaknya menggunakan genset sekolah SMKN 01 Nunukan tempat pelaksanaan ujian PPPK. Tidak mengandalkan PLN, karena terkadang sering terkendala. Sedangkan untuk jaringan pihaknya juga sudah mengantisipasi setiap ada kegiatan menginfokan kepada pihak Telkom. “Alhamdulillah tidak ada gangguan, aman terkendali,” pungkasnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







