NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Nunukan hingga saat ini ada 14 sekolah yang telah melakukan tatap muka, berdasarkan hasil izin dari tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kabupaten Nunukan.
14 sekolah yang mendapat izin belajar tatap muka di kabupaten Nunukan adalah di wilayah 3 seperti Krayan, dan Lumbis, dan itu juga sudah berlangsung sejak Oktober 2020. Dan di tahun 2021 ini pembelajaran akan tetep ditindak lanjutkan tentu sesuai dengan protokol kesehatan.
Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Nunukan Junaidi, banyak surat permintaan dari sekolah-sekolah baik itu yang di Nunukan, maupun di sebatik, untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka namun karena pandemi covid-19, yang mengharuskan mereka melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR)
“Walaupun ada 14 sekolah yang melakukan tatap muka, belajarnya sesuai protokol kesehatan dengan cara dibagi menjadi dua sesi,” kata Junaidi kepada benuanta.co.id, Senin (8/2/2021).
Sekolah tatap muka ini adalah wilayah yang tidak memiliki Kasus terkonfirmasi positif covid-19. Walaupun sekolah lain meminta untuk melakukan belajar tatap muka harus terlebih dahulu dirapatkan bersama tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kabupaten Nunukan untuk melihat zona apakah layak untuk dilakukan tatap muka atau tidak.
Selain itu, Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Nunukan juga melihat belajar secara daring tentu memiliki tantangannya sendiri, dan saat ini juga berjalan dengan lancar sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Tidak ada kendala selama belajar secara daring, karena para siswa juga mendapat bantuan Pulsa dari pusat,” terangnya (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







