Wakil Bupati Nunukan Tekankan Legalitas dan Keselamatan Awak Kapal

benuanta.co.id, NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, secara resmi membuka Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Kapal Layar Motor (KLM) dan Sertifikat Kecakapan Kapal (SKK) 60 Mil.

Kegiatan ini digelar sebagai langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kompetensi serta memberikan legalitas bagi para awak kapal dan motoris di wilayah Kabupaten Nunukan.

Wakil Bupati Hermanus menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya kolektif untuk membangun komunitas maritim yang tangguh dan profesional.

“Melalui pelatihan ini, kita tidak hanya mempersiapkan generasi muda, tetapi juga mendukung visi pembangunan berkelanjutan yang inklusif. Kita ingin memastikan para motoris kita memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional,” ujar Hermanus pada Senin, (06/04/26).

Hermanus menjabarkan empat poin krusial yang menjadi sasaran utama dalam pelaksanaan diklat kali ini yakni pertama Peningkatan Kompetensi, melalui Basic Safety Training (BST) KLM agar motoris mahir dalam navigasi dasar dan respons darurat. Kedua Keselamatan Kerja, menanamkan budaya proaktif untuk mencegah risiko kecelakaan di laut, seperti kebakaran atau kapal tenggelam. ketiga Standar Kelayakan, memenuhi regulasi internasional (STCW) guna memastikan operasional kapal berjalan aman dan efisien. Keempat, Legalitas Berlayar, memperoleh sertifikat SKK 60 Mil sebagai syarat wajib yang membuka peluang karier lebih luas di industri pelayaran nasional.

Hermanus mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap lulusan diklat ini tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia berharap para peserta dapat menyusun program yang tepat sasaran, seperti memperluas akses ke pasar ikan hingga pengembangan wisata bahari.

“Sertifikasi ini adalah senjata bagi para pelaut kita. Dengan genggaman sertifikat yang diakui, mereka bisa bekerja dengan lebih tenang, profesional, dan tentunya mengutamakan keselamatan,” tambahnya.

Hermanus juga menghimbau kepada seluruh penyelenggara untuk menjalankan program sesuai standar materi dan evaluasi yang transparan. Kepada para peserta, ia berpesan agar mengikuti rangkaian kegiatan dengan disiplin tinggi.

“Mari ikuti seluruh rangkaian dengan aktif. Terapkan ilmu yang didapat di lingkungan kerja, patuhi Standard Operation Procedure (SOP) yang berlaku. Keselamatan adalah prioritas utama,” tegasnya. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *