Pemkab KTT Dapat Dukungan Kemendag Soal Ekspor Sarang Walet

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Ingin kembangkan ekspor sarang burung walet lokal ke berbagai negara. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung mendapat dukungan dari Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI.

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali mengatakan telah berdiskusi langsung dengan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga terkait potensi budidaya sarang walet di Kabupaten Tana Tidung (KTT).

“Saat saya ke Jakarta, saya berbincang banyak mengenai potensi alam kita kepada beliau (Wamendag),” kata Ibrahim Ali, Senin (13/12/2021).

Di sela-sela diskusi itu, Ibrahim mengaku Wamendag memberikan respon yang positif terhadap rencana Pemkab KTT yang ingin melebarkan sayap ekspor sarang burung walet lokal.

Baca Juga :  Ekonomi Desa Terpukul, Masyarakat Minta PT PMJ Segera Beroperasi Lagi

“Beliau sampaikan serius akan membantu kita, utamanya membuka akses perluasan ekspor dan tentu hal ini merupakan kabar baik bagi kita semua di KTT,” terangnya.

Menurut orang nomor satu di KTT itu, saat ini negara tujuan ekspor sarang burung walet masih didominasi ke Tiongkok. Namun hal itu, menjadi kendala bagi eksportir sarang burung walet lokal. Pasalnya sejak tahun 2019 pemerintah Tiongkok menegeluarkan kebijakan mengenai adanya target pasar alternatif.

Baca Juga :  Ekonomi Desa Terpukul, Masyarakat Minta PT PMJ Segera Beroperasi Lagi

“Ekspor selama ini ke China (Tiongkok) dikatakan agak ribet. Info dari karantina pertanian, sejak tahun 2019 banyak yang tidak haul (terangkut). Tapi kan bukan China saja yang makan ini, masih ada Australia dan yang lain. Oleh karena itu, progres ini yang kita kejar ke depannya,” jelasnya.

Jika nantinya progres ini berhasil, Ibrahim menyebut pemerintah akan siap memberikan penyertaan modal kepada peternak walet. Serta melakukan studi banding untuk mempelajari mekanisme dan alur budidaya sampai tahap ekspor.

Adanya dukungan ini dilatarbelakangi potensi sarang burung walet yang begitu besar di Tana Tidung. Sehingga perlu ada pengelolaan terpadu agar hasilnya lebih optimal.

Baca Juga :  Ekonomi Desa Terpukul, Masyarakat Minta PT PMJ Segera Beroperasi Lagi

“Pemerintah berencana akan melakukan itu, tidak apa-apa keluar modal dulu, asalkan progresnya jelas,” tegasnya.

“Apalagi dampaknya ini juga akan ke PAD kita, mengingat saat ini sarang walet kita merupakan yang terbesar di Kaltara saat ini. Bahkan dari 5 kecamatan yang ada saat ini, mungkin lebih banyak rumah waletnya dibanding rumah warga,” imbuhnya. (*)

Reporter : Osarade

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *