Pemilik Wahana Waterboom Pantai Amal Menyatakan Siap Bertanggungjawab 

benuanta.co.id, TARAKAN – Kejadian nahas menimpa salah satu anak di bawah umur yang terjatuh dari pelesetan yang ada di Wahana Waterboom Family Islandar pada Ahad, 28 Agustus 2022.

Terjatuhnya anak berusia 15 tahun ini ini membuat sejumlah luka lebam di bagian mata kiri dan memar di sekitar kepala. Selepas kejadian ia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Manager sekaligus pengelola Wahana Waterboom Family Iskandar, Juliansyah menerangkan berdasarkan pantauan CCTV merekam kejadian nahas tersebut sekitar pukul 15.52 Wita. Pada saat kejadian pun diakuinya ia sedang tidak berada di lokasi.

“Saya juga terima laporan dari staf saya memang itu (wahana) sudah sesuai standar saja, pihak keluarga tidak mau menuntut,” terangnya, Selasa (30/8/2022).

Juliansyah menegaskan orang tua korban juga tidak mau memperpanjang permasalahan ini. Saat kejadian pun ia dihubungi oleh stafnya dan langsung menuju ke lokasi namun korban sudah dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga :  Stok Ayam Beku Diatur Pusat, DKPP Tarakan Akui Ada Peralihan Konsumsi Masyarakat

Ia melanjutkan, saat tiba di rumah sakit ia tidak diizinkan masuk karena terdapat batasan untuk memasuki IGD RSUD dr. H Jusuf SK.

“Saya langsung ketemu sama pihak keluarga, niat baik dari kami juga membantu biaya pengobatan dan tabungan untuk keluarga di rumah. Keluarga korban juga tidak keberatan dan tidak ada laporan juga ke polisi,” imbuh dia.

Pada saat kejadian, diuraikannya penjagaan berjalan dengan normal. Pihaknya juga mengerahkan penjagaan sebanyak 7 orang di hari libur, dan 4 orang penjaga di hari kerja. Adapun tinggi dari wahana ini sekitar 4 meter dari lantai dasar.

Aturan permainan wahana ini, diterapkan untuk usia 15 tahun dengan kapasitas 5 orang sekali naik secara bergantian. Sebelum menuruni wahana juga, petugas mengarahkan kaki harus tertutup rapat dan tangan ditekuk menutupi bagian dada. Namun pada rekaman CCTV terlihat kaki korban terbuka dan terlempar keluar dari jalur wahana.

“Sebelum digunakan ini (wahana) sudah kami ujicoba juga,” tegasnya.

Baca Juga :  DKPP Tarakan Pastikan Kebutuhan Pangan Jelang Idulfitri Aman, Cabai dan Bawang Jadi Perhatian

“Kita berencana tutup saja yang itu, sebenarnya ada yang tertutup. Wahana dewasa ini ada 3, satu silinder lurus, silinder spiral tertutup dan silinder spiral terbuka. Kejadian ini di silinder spiral terbuka,” sambungnya.

Ia melanjutkan bahwa dirinya telah diperiksa pihak kepolisian beserta dengan 3 petugas lainnya. Pemeriksaan ini dilakukan guna dibuatkan surat penyataan bahwa tak ada tuntutan dari keluarga korban.

“Kalau rekaman CCTV tidak diminta, karena memang tidak ada laporan polisi. Tapi, kalau diminta ya kami siap memberikan,” tandasnya.

Sementara itu, Lia yang merupakan kakak kandung korban menerangkan tidak mengetahui secara pasti kronologis jatuhnya adik nya itu. Karena pada saat itu, korban memang pergi ke tempat wisata itu bersama teman-temannya.

“Pas kejadian itu saya tidak ada di sana, karena dia (korban) pergi sama teman-temannya kemarin. Tidak tahu apakah sudah izinnya betul dengan orang tua atau bagaimana,” bebernya.

Akibat kejadian ini, korban akan dilakukan operasi pada bagian kepala. Berdasarkan hasil diagnosa dokter, Lia menjelaskan kemungkinan kepala korban terdapat pembekuan darah serta lebam pada mata sebelah kiri.

Baca Juga :  DPRKPP Tarakan Proses 32 Unit Program Bedah Rumah APBD

“Gak ada luka di bagian badan, cuman kan kita gak tahu di bagian dalamnya,” tukasnya.

Senada dengan Lia, Ayah korban, Syahrudin membenarkan pihaknya tidak membuat laporan ke polisi. Lantaran, ia juga baru mengetahui jika korban pergi ke wahana tersebut yang awalnya hanya izin jalan santai dan dan menerima penyerahan Juara 1 pertandingan futsal.

“Saya waktu itu kerja dan dengar kabar anak saya jatuh kemudian ada di rumah sakit, ya pengelolanya siap membantu saya, karena saya ini orang susah, apa yang mau dilaporkan ke polisi juga, Pekerjaan saya hanya buruh bangunan,” singkatnya.

Untuk diketahui, korban sendiri, kata Syahrudin masih duduk di bangku kelas VI di SD Negeri 018 Kelurahan Karang Rejo dan berusia 13 tahun.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *