benuanta.co.id, TARAKAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan 2026. Namun, hingga kini mekanisme pelaksanaannya masih menunggu formulasi teknis dari pihak terkait, sehingga perlu adanya sinkronisasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Dinas Pendidikan Kota Tarakan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Simon Patino, mengatakan pemerintah pusat telah menegaskan program MBG tetap dilaksanakan selama Ramadan. Ia menyebut, informasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mempersiapkan teknis pelaksanaan program agar berjalan lancar.
“Dari pusat sudah jelas dalam bulan Ramadan tetap akan ada MBG,” ungkapnya, Senin (9/2/2026).
Simon menuturkan, pihaknya telah meminta agar ada koordinasi antara SPPG dan Dinas Pendidikan terkait mekanisme pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, koordinasi diperlukan agar pelaksanaan MBG selama Ramadan tidak mengalami kendala teknis di lapangan. “Saya minta sinkronisasi antara SPPG dengan Dinas Pendidikan seperti apa mekanismenya,” katanya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini formula pelaksanaan MBG selama Ramadan belum ditetapkan secara resmi. Hal itu membuat pihak SPPG masih menunggu arahan teknis terkait pola pemberian makanan bergizi kepada peserta didik selama bulan puasa. “Sampai saat ini bentuk formulanya belum dapat,” jelasnya.
Simon menerangkan, kondisi tersebut membuat pihak terkait masih melakukan pembahasan untuk menentukan konsep pelaksanaan program. Ia menilai, penyusunan formula menjadi penting agar pelaksanaan MBG dapat menyesuaikan dengan kondisi ibadah puasa siswa.
“Mereka masih berkoordinasi untuk menentukan formulanya,” terangnya.
Ia menegaskan, Komisi II DPRD Tarakan terus mendorong percepatan koordinasi agar program MBG tetap berjalan optimal selama Ramadan. Simon berharap seluruh pihak terkait dapat segera menyepakati mekanisme pelaksanaan program tersebut.
“Saya minta berkoordinasi agar nanti dalam bulan Ramadan MBG tetap diterapkan dan berjalan lancar,” tegasnya.
Hingga saat ini tidak ada perubahan kebijakan dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan program MBG. Ia memastikan bahwa program tersebut tetap menjadi prioritas pemerintah dalam pemenuhan gizi peserta didik. “Kalau dari pusat, informasinya tetap ada MBG, sampai hari ini tidak ada perubahan,” tambahnya.
Meski demikian, ia menyebut pihak SPPG masih menunggu petunjuk teknis mengenai konsep program, termasuk pola distribusi dan waktu pelaksanaan MBG selama Ramadan. Menurutnya, kejelasan teknis diperlukan agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif. “Dari SPPG masih menunggu formula programnya seperti apa, teknisnya seperti apa,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







