benuanta.co.id, NUNUKAN – Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, mengingatkan para peserta didik agar tidak hanya bergantung pada teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, kemandirian, dan kemauan untuk terus belajar.
“Jangan sampai anak-anak kita hanya terpaku pada teknologi, apalagi AI. Kalau begitu terus, mereka tidak akan pernah maju,” kata Akhmad Selasa (5/8/2025).
Ia menekankan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat bantu, bukan menjadi tumpuan utama. Akhmad menyebutkan, penggunaan teknologi yang berlebihan tanpa pemahaman dan kendali justru dapat membuat generasi muda menjadi malas berpikir dan bergantung.
“Dengan adanya teknologi, peserta didik harus mampu mengendalikannya dan mengolahnya dengan bijak. Jangan sampai mereka justru dimanja oleh kecerdasan yang ada,” lanjutnya.
Akhmad juga mengingatkan, jika peserta didik tidak mau belajar dan hanya mengandalkan hasil dari AI, maka justru yang akan pintar adalah teknologinya, bukan manusianya. “Yang cerdas itu AI-nya, malah orangnya bisa ketinggalan kalau tidak mau belajar,” tutupnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







