benuanta.co.id, BULUNGAN – Pendidikan masih menjadi salah satu faktor penting dalam membuka akses pekerjaan yang layak bagi perempuan di Kalimantan Utara. Pasalnya sebagian besar perempuan yang bekerja di Bumi Benuanta masih didominasi lulusan SD ke bawah.
Hal itu dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara Mas’ud Rifai menjelaskan, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024, terdapat 137.210 perempuan yang masuk dalam kelompok angkatan kerja di Kalimantan Utara. Dari jumlah tersebut, sekitar 132.130 perempuan tercatat sebagai penduduk yang bekerja.
“Distribusi tingkat pendidikan perempuan yang bekerja di Provinsi Kalimantan Utara terbanyak adalah pendidikan SD ke bawah yakni sebesar 33,67 persen,” katanya, Senin (21/7/2025).
Sementara itu, perempuan yang bekerja dengan latar pendidikan SMA atau sederajat berada pada angka 29,22 persen, diikuti lulusan SMP sebesar 14,23 persen, dan perguruan tinggi sebesar 22,88 persen. Data ini menggambarkan masih terbatasnya akses pendidikan yang berdampak pada jenis pekerjaan dan peluang kerja bagi perempuan.
Penelitian Sugiharso dan Suahasil (2004) disebutkan, pendidikan berpengaruh positif dalam meningkatkan pendapatan, termasuk bagi pekerja yang mengalami kondisi overeducated. Efek positif ini tetap muncul meskipun faktor usia, jenis kelamin, jam kerja, dan karakteristik individu lainnya telah diperhitungkan.
Pendidikan yang lebih tinggi diyakini dapat meningkatkan daya saing perempuan di pasar tenaga kerja, sehingga peluang memperoleh upah lebih baik juga terbuka lebar. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya kesenjangan pendidikan yang perlu menjadi perhatian.
“Perlu upaya bersama agar perempuan di Kalimantan Utara memiliki akses pendidikan lebih baik, sehingga dapat meningkatkan daya saing dan kesejahteraan mereka,” katanya.
Data ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi perempuan agar selaras dengan upaya peningkatan kualitas tenaga kerja di Kaltara. (*)
Reporter: Ikke
Editor: Yogi Wibawa







