“Pamit” ke Istri mau Bunuh Diri, Kalla Terjun ke Laut

BABINSA SEI PANCANG BANTU PENCARIAN KORBAN DI DERMAGA SEBATIK

NUNUKAN – Telah terjadi upaya bunuh diri yang dilakukan oleh warga Desa Sei Pancang di Pelabuhan Sei Nyamuk. Yakni dengan cara menjatuhkan diri ke laut di ujung Jembatan Batu Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Senin 18 Mei 2020.

Identitas korban antara lain bernama Muhamad Kalla (35) yang beralamat di RT 07, Dusun HB 03, Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara.

Kejadian bermula ketika pria yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan swasta ini pukul 07.30 Wita meninggalkan rumah menuju ke arah Pancang. Istri korban sempat melarang korban agar tidak pergi dari rumah. Tetapi korban tidak mengindahkan peringatan dari istrinya, bahkan seperti yang didapat keterangan dari sang istri, korban sempat berucap mau bunuh diri.

Baca Juga :  Wujudkan Data Sosial dan Ekonomi yang Akurat, Pemkab Nunukan Gelar Pelatihan Petugas Pemutakhiran DTSEN

Selanjutnya pada pukul 07.35 Wita istri korban yang bernama Hermayanti (31) melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT 07 dan diteruskan melaporkan kepada Babinsa Desa Sei Pancang, Sertu Imam Subandi melalui Telepon (HP).

Setelah itu, Babinsa langsung melakukan pencarian di sepanjang jalan protokol Ahmad Yani Desa Sei Pancang, akan tetapi tidak menemukan Muhammad Kalla. Saat itu juga suami dari Ketua RT 07 bernama Herman melakukan upaya pencarian dan mendapat informasi dari pegawai penjaga portal pintu masuk Pelabuhan Sei Nyamuk.

Baca Juga :  Diskominfo Nunukan Tentukan Titik Lokasi Pemasangan Vidiotron

Menurut penuturan saksi tersebut, saat Kalla masuk pelabuhan sambil teriak-teriak menuju ke arah ujung jembatan Pelabuhan Sei Nyamuk di Desa Sei Pancang. Selanjutnya berupaya melakukan pengejaran terhadap korban. Akan tetapi karena jaraknya terlalu jauh sehingga  tidak bisa terkejar.

Saat sampai di ujung jembatan, saksi atas nama Andi Rasid yang tetangga korban, sempat melihat korban membuka celana pendeknya selanjutnya korban menceburkan diri ke laut.

Baca Juga :  Tak Hanya Krayan, 5 Kecamatan di Kabupaten Nunukan Turut Dilanda Banjir

“Saksi atas nama bapak Birdawansyah dan Bapak Anton langsung berlari berupaya menolong sambil membawa tali. Selanjutnya tali yang dibawanya dilemparkan ke arah korban, tetapi korban tidak mau memegang atau meraih tali tersebut selanjutnya korban langsung tenggelam ke dalam air laut,” terang Sertu Imam Subandi.

Kemudian Sertu Imam Subandi meminta bantuan ke Pos TNI AL di Pancang yang memiliki peralatan alang air untuk melaksanakan pencarian korban.(*)

 

Sumber : Penramil 0911-02/Sbt

Editor : Pendim 0911/Nnk

Editor 2: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *