benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan resmi meluncurkan dua program unggulan sebagai langkah strategis untuk mendorong kemajuan daerah perbatasan. Yakni Desa Cerdas dan Satu Desa Satu program Unggulan. Kedua program ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan transformasi Kabupaten Nunukan menuju daerah perbatasan yang unggul dan berdaya saing.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Nunukan, Helmi Pudaaslikar, menyampaikan menekankan posisi strategis Kabupaten Nunukan dari berbagai sisi.
“Dari sisi geostrategis, kita berada di garis depan perbatasan negara. Dari sisi geopolitik, kita adalah pintu gerbang lintas batas, sekaligus menghadapi tantangan penyelundupan dan pergerakan ilegal. Sementara dari sisi geoekonomi, meski terbatas infrastruktur, kita punya potensi besar sebagai penghubung perdagangan antarnegara,” kata, Helmi, Senin (11/8/2025).
Namun, menurutnya, yang paling penting saat ini adalah memanfaatkan momentum bonus demografi. Mayoritas penduduk Nunukan berada pada usia produktif. “Ini adalah peluang emas. Tapi, tanpa kualitas sumber daya manusia yang mumpuni, bonus ini justru bisa menjadi beban,” tegasnya.
Sebagai respon terhadap tantangan tersebut, diluncurkan Program Desa Cerdas, yang mengalokasikan minimal 10 persen Dana Desa untuk investasi SDM, termasuk membiayai pendidikan putra-putri desa hingga perguruan tinggi.
“Bayangkan, jika setiap desa mengirimkan 10 calon sarjana per tahun, dalam beberapa tahun kita bisa mencetak 2.320 sarjana dari desa. Ini adalah investasi besar yang akan mengubah masa depan Nunukan,” ujarnya optimis.
Selain itu, program Satu Desa Satu program Unggulan akan mendorong setiap desa untuk mengembangkan potensi lokalnya, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga ekowisata. Program ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif, dengan menciptakan produk unggulan yang bernilai tambah dan mampu bersaing di pasar.
“Desa kita kaya, tapi belum sepenuhnya dikelola secara maksimal. Dengan program ini, kita ingin menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan, kreativitas, dan pemberdayaan,” lanjutnya.
Saat ini, berdasarkan data terbaru, Kabupaten Nunukan mencatat hanya 9,4 persen penduduknya yang berpendidikan sarjana, dan dari 1.893 aparat desa, hanya 314 orang atau 16,58 persen yang bergelar sarjana. Angka partisipasi pendidikan tinggi juga masih di bawah 30 persen di Kalimantan Utara secara umum. Melalui program-program baru ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitmen mengejar ketertinggalan tersebut.
Peluncuran dua program strategis ini menjadi simbol dimulainya langkah besar menuju perubahan. “Hari ini kita memulai langkah besar. Langkah untuk menjadikan Nunukan sebagai perbatasan yang unggul, bukan hanya dalam posisi, tapi juga dalam prestasi,” tutupnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







