DPKP Kaltara Tanam Rumput BD Persiapan Pakan Ternak Sapi

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dalam menunjang peternakan sapi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya untuk rencana peternakan dengan konsep padang pengembalaan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kaltara juga memikirkan untuk bahan pakannya.

Kepala DPKP Kaltara, Heri Rudiyono melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kaltara Muhammad Rais Kahar mengatakan, saat ini tengah melakukan upaya penanaman rumput pakan jenis Brachiaria Decumbens (BD).

“Kita sudah melakukan penanaman rumput BD di Desa Kelubir sekitar 4 hektare, di sana sudah mulai menghijau yang di tanam bulan Mei dan Juli sudah lebat,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Kamis 13 Oktober 2022.

Tidak sampai disini, pihaknya terus mengembangkan penanaman rumput BD tersebut di wilayah Tanjung Palas Utara, dimana DPKP Kaltara bekerjasama dengan PT PKN.

Kata dia, konsepnya nanti lahan yang sudah ada rumput akan di bagi 5 yang dinamakan Paddock yakni tempat makan yang sudah tertata.

“Kenapa 5 bagian, sapi akan kita giring di lokasi pertama selama 1 minggu, setelah itu minggu kedua pindah, minggu ketiga hingga kelima terisi yang bagian pertama tadi rumput BD tadi kembali tumbuh subur,” paparnya.

Saat pertama kali penanaman itu di panen atau dipakai setelah usia 2 bulan, setelah itu rumput BD dapat dipanen usia 1 bulan saja. Informasi terakhir yang diterimanya rumput BD yang tertanam sudah ada 14 hektare.

“Hanya saja masalah kita satu ini bibit rumputnya terbatas tidak semua lokasi ada, hanya ada di Tanjung Palas itupun sumbernya sedikit. Makanya kita lakukan penanaman pertama 2,5 hektare sebagai sumber bibit inilah yang kita pindahkan ke lahan yang lain,” paparnya.

“Itu yang saya katakan jangan tergoda sapi dulu, gampang saat mau bisa dikirim beberapa hari bisa sampai. Tapi rumput siapa yang jamin bisa tumbuh ratusan hektare, makanya terpenting siapkan pakannya dulu,” sambungnya.

Rais Kahar menambahkan awalnya PT PKN tidak tertarik tapi setelah pihaknya mempresentasikan dan memperlihatkan contoh barulah ada keinginan.

“Pada awalnya hanya mau tanam sawit. Contoh yang ada saat ini mirip dengan lahan peternakan di Australia adalah Padang Mangatas di Provinsi Sumatera Barat,” pungkasnya.(mul/adv)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *