Suporter PSM Sedih atas Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

benuanta.co.id, MAKASSAR – Suporter PSM Makassar merasa sedih atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Peristiwa yang menewaskan 127 orang seusai laga Derby Jawa Timur antara Arema Malang vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/9/2022) malam.

Pemicu kerusuhan ini, setelah Arema takluk dari rival abadinya Persebaya dengan skor 2-3 pada pekan ke-11 Liga 1. Informasi yang dihimpun, 127 orang meninggal ini merupakan suporter Arema dan dua antaranya aparat kepolisian.

“Suporter Indonesia berduka,” tulis Panglima Laskar Ayam Jantan, Nugraha daeng Uki sembari menampil emoji seorang sedih yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

Senada juga disampaikan, Presiden The Macz Man Ocha Alim Bachri. Dia mengaku, sangat bersedih atas tragedi Stadion Kanjuruhan Malang.

Baca Juga :  Donald Trump Sarankan Iran tidak Berpartisipasi di Piala Dunia 2026

“Saya ikut bersedih atas kejadian yang terjadi malam tadi di Stadion Kanjuruhan Malang. Atas nama Keluarga Besar The Macz Man, saya mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas peristiwa ini,” ujarnya.

Sama halnya juga diutarakan, Presiden Red Gank, Sul Daeng Kulle. Dia berharap tragedi Stadion Kanjuruhan bisa menjadi pembelajaran, serta perpecahan antar suporter klub bisa dihentikan.

“Keluarga besar suporter PSM Red Gank turut berduka cita sedalam-dalamnya. Duka kita semua, tidak senilai nyawa dibanding sebuah kata kemenangan. Stop kekerasan sepakbola,” harapnya.

Informasi yang diterima media ini, ratusan suporter Arema yang meninggal dalam tragedi Stadion Kanjuruhan diduga karena kekurangan oksigen. Itu berawal ketika suporter Arema dari tribun terbuka masuk ke lapangan seusai laga.

Baca Juga :  Ancelotti Sengaja Panggil Pemain Baru ke Timnas Brasil

Sehingga gesekan antara suporter dan petugas tidak terhindarkan. Suporter melempari petugas dan seketika dibalas dengan tembakan gas air mata oleh polisi ke area tribun penonton.

Akibatnya gas air mata tersebut membuat suporter Arema berhamburan dari tribun penonton, dan berusaha keluar dari stadion Kanjuruhan. Sehingga terjadi penumpukan di pintu keluar stadion dan banyak suporter yang mengalami sesak, belum lagi bau gas air mata.

“Yang bikin stengah mati itu suporter, gas air mata. Terus susah keluar dari stadion, karena suporter masih padat. Bayangkan saja, bagaimana rasanya kalau orang berdesak-desakan terus ada gas air mata,” kata salah seorang fotografer yang melakukan liputan di pertandingan Arema – Persebaya saat dikonfirmasi terpisah.

Baca Juga :  Leverkusen: Laga kontra Arsenal Bak Final

Berdasarkan data yang dihimpun, penggunaan gas air mata di dalam stadion merupakan pelanggaran kemanan yang diatur oleh FIFA.

Dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulation pasal 19 jelas disebutkan bahwa penggunaan gas air mata dan senjata api dilarang untuk mengamankan massa dalam stadion.

Bahkan dalam pasal tersebut juga disebutkan bahwa kedua benda ini dilarang dibawa masuk ke dalam stadion. (*)

Reporter: Akbar

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *