Sekali-kalinya Dovi naik podium bersama Ducati di sirkuit Spanyol itu adalah ketika ia menjuarai GP Valencia yang diguyur hujan deras di pengujung musim 2018.
Dan belakangan ini sejumlah pebalap memiliki kebiasaan tampil cepat, seperti Takaaki Nakagami, yang secara sensasional meraih pole position perdananya di GP Teruel meski terjatuh setelah tak mampu mengatasi tekanan di lap pertama lomba.
Kemudian calon rekan satu timnya di LCR Honda, Alex Marquez, nyaris mencetak hattrick runner-up jika saja ia tidak terjatuh di Aragon.
Kesabaran Marquez diuji setelah melihat Joan Mir yang start dari P1, menyalip dia dan Johann Zarco untuk mengejar dua pebalap terdepan.
“Ini kesalahan saya sepenuhnya. Saya sedikit kehilangan waktu dengan Zarco dan Mir sedikit membuka jaraknya dan saya mencoba mengejarnya. Mungkin terlalu cepat dan optimistis,” kata Marquez seperti dilansir laman resmi MotoGP.
Pebalap Repsol Honda itu meneruskan tradisi naik podium bagi keluarga Marquez, di saat sang kakak, Marc, absen karena cedera yang dialami di seri pembuka di Jerez.
“Kami harus realistis dan lebih tenang lagi di Valencia nanti. Jika saya terjatuh ketika bertarung untuk posisi ke-15 maka kami perlu khawatir, tapi jika saya terjatuh ketika bertarung untuk podium itu hal lain.”
“Tentunya limitnya lebih ketat, lebih mudah untuk membuat kesalahan kecil. Setiap saat saya selalu mengingatkan diri saya agar tenang, ‘tenang Alex, tenang.’ Tapi di lap itu sepertinya saya lupa mengingatkan itu,” kata Marquez.
Perebutan gelar juga masih terbuka bagi Pol Espargaro, Jack Miller dan Miguel Oliveira yang berada di peringkat sepuluh besar klasemen dengan jarak 58 poin dari puncak.
Dengan 75 poin maksimal tersisa, tiga balapan beruntun hingga 22 November akan menjadi penentu siapa yang bakal menjadi juara baru MotoGP. (ant)







