benuanta.co.id, TARAKAN – Dua tim kuat, MAN Tarakan dan SMKN 2 Tarakan, mengamankan kursi di partai final Piala Gubernur Futsal Kalimantan Utara 2025 setelah tampil gemilang di babak semifinal yang digelar Jumat malam (11/7/2025) di GOR Tipe B Kota Tarakan.
Laga puncak dijadwalkan berlangsung Sabtu malam (12/7) pukul 19.30 WITA, menyusul perebutan juara ketiga sore harinya.
Ketua Panitia Piala Gubernur Futsal Kaltara 2025, Abdil menjelaskan dalam laga semifinal pertama pukul 19.45 WITA malam tadi, MAN Tarakan menghadapi SMAN 1 Nusa.
Meski laga berlangsung ketat dan sengit sejak menit awal, gol semata wayang dari MAN Tarakan berhasil menjadi pembeda.
“Kami akui SMAN 1 Nusa bermain sangat baik, tapi anak-anak mampu menjaga konsistensi hingga akhir,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Jumat (11/7/2025)
Pertandingan kedua mempertemukan SMAN 1 Nunukan dengan SMKN 2 Tarakan pada pukul 21.00 WITA. Laga ini berlangsung lebih terbuka dengan total empat gol tercipta. SMKN 2 Tarakan tampil impresif dengan kemenangan 3-1 atas SMAN 1 Nunukan.
“SMKN 2 menunjukkan determinasi luar biasa, terutama dalam babak kedua,” katanya.
Dengan hasil tersebut, SMKN 2 Tarakan dan MAN Tarakan akan bertarung di final, sementara SMAN 1 Nusa dan SMAN 1 Nunukan akan memperebutkan posisi ketiga pada pukul 16.00 WITA.
Abdil mengatakan pihak panitia telah menyiapkan dua pertandingan terakhir dengan pengamanan dan koordinasi penuh.
“Kami sudah pastikan jadwal, teknis lapangan, hingga penempatan suporter berjalan sesuai rencana,” tegasnya.
Antusiasme penonton dan suporter dari masing-masing sekolah memadati tribun GOR Tipe B sejak babak penyisihan hingga semifinal. Suporter tak hanya membawa spanduk dan yel-yel, tapi juga menciptakan atmosfer kompetitif yang meriah.
“Kami senang melihat dukungan penuh dari para pelajar dan warga, ini menunjukkan olahraga futsal semakin hidup di Kaltara,” ucapnya.
Khusus untuk final, panitia akan menambah personel keamanan dan petugas teknis untuk mengantisipasi lonjakan penonton.
“Kami memprediksi jumlah suporter akan meningkat signifikan, apalagi ini duel sesama tim dari Tarakan,” tuturnya.
Tak hanya dari sisi pertandingan, panitia juga menyiapkan seremoni penutupan dan pemberian penghargaan bagi pemain terbaik, top skor, dan tim fair play.
“Ajang ini bukan hanya soal juara, tapi pembinaan generasi muda yang cinta olahraga dan menjunjung sportivitas,” sebutnya.
Laga final MAN Tarakan kontra SMKN 2 Tarakan disebut-sebut sebagai duel klasik yang sudah dinanti-nanti sejak awal turnamen. Kedua tim sama-sama belum terkalahkan dan punya gaya bermain yang kontras.
“Final ini ibarat pertarungan dua karakter berbeda satu kuat dalam strategi, satu cepat dalam serangan,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







