benuanta.co.id, NUNUKAN – Baru-baru ini Indonesia kembali digemparkan dengan adanya pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat.
Karena berada di ujung Utara Kalimantan, berbatasan langsung dengan Malaysia, wilayah ini juga memiliki keberagaman masyarakat dan memiliki berbagai suku, agama, ras dan golongan.
Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, mengatakan dia akan berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, Agama termasuk dalam hal ini adalah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan beberapa forum lainya yang ada di Kabupaten Nunukan untuk mengajak mengeliminasi paham-paham radikalisme agar tidak masuk di wilayah Nunukan pulau perbatasan Kalimantan Utara.
“Bom bunuh diri adalah paham-paham radikalisme, yang memberanikan bunuh diri dengan ngebom diri sendiri, dengan merusak fasilitas pemerintah dan sebagainya. Itu karena tidak kesenangan si pelaku,” kata H. Hanafiah, Sabtu (10/12/2022).
Dia juga menghimbau dan mengingatkan kepada Ketua Rukun Tetangga (RT) yang memiliki kewajiban di masing-masing RT untuk memastikan aman agar lebih mawas diri dengan melakukan pengecekan setiap warga yang masuk di wilayahnya itu harus didata. Dengan begitu akan bisa menangkal kejadian seperti itu, dan tau identitas, asal, dan pekerjaan orang tersebut, dan datang ke Nunukan tujuannya apa.
“RT itu harus mendata siapa yang datang di lingkungannya, agar kita bisa menangkal hal-hal yang negatif. Saya yakin jika RT ini bisa bekerja secara optimal, setiap warga yang datang baru dilakukan pendataan, itu awal kita bisa menyelesaikan persoalan tersebut,” jelasnya.
Kebanyakan yang berbuat kejahatan itu bukan orang lokal tetapi banyak di lakukan oleh orang dari luar, karena orang lokal sudah jelas pekerjaannya, dimana dia tinggal. Untuk mengantisipasi hal-hal negatif dan paham-paham yang ditanamkan oleh orang tidak bertanggung jawab.
“Jika menemukan yang seperti itu segera laporkan agar segera ditindaklanjuti,” ujarnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







