benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan saat ini membutuhkan perhatian. Pasalnya, Beberapa kendala yakni kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan yang sangat minim.
Kasubid Penyelamatan, BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanudin mengatakan, terkait SDM dan peralatan terdapat beberapa kendala yang masih kurang.
Seperti halnya di setiap Kecamatan BPBD memiliki beberapa pos, seperti di Wilayah Krayan ada 4 pos, di Sembakung, Sebuku, dan Sebatik namun peralatan yang masih minim.
Dia mencontohkan wilayah Krayan rawan banjir, walaupun di sana ada perahu dan mesin, tapi di sisi lain juga memiliki resiko longsor. “Selain personil peralatan kita setiap pos sangat kurang,” kata Hasanudin kepada benuanta.co.id, Jumat (11/11/2022).
Lanjutnya, sedang wilayah Sembakung hingga Lumbis sudah memiliki pos namun pihaknya belum bisa menjangkau ke Lumbis Hulu, tiga tahun terakhir justru banyak terjadi banjir maupun longsor.
Untuk mengantisipasi kejadian bencana maka pihaknya akan membentuk desa tangguh bencana, dari 21 Kecamatan 232 Desa di Kabupaten Nunukan harus bisa terbentuk desa tangguh bencana (Destana). Desa tangguh bencana akan memberdayakan masyarakat secara mandiri, ketika ada kejadian di daerah mereka lah yang akan terlebih dahulu melakukan penanganan awal namun harus dilengkapi dengan peralatan, skill atau kemampuan penanganan bencana.
“Destana kami bentuk bertujuan untuk menjangkau Desa yang jauh dan sulit dijangkau sehingga mereka bisa secara mandiri melakukan penanganan awal, yang nantinya kita bekap dari Kecamatan maupun Kabupaten,” jelasnya.
Ada namanya evakuasi mandiri yang dilakukan oleh masyarakat sendiri sesuai dengan kemampuan mereka, misalanya peralatan tidak ada tapi minimal masyarakat yang berada di daerah aman bisa membantu masyarakat di daerah rawan ke tempat yang lebih aman.
Semua desa tangguh bencana akan diarahkan untuk memaksimalkan dana desa yang ada, ini ada kaitannya karena satu program sejalan, hanya saja pemahaman Kepala Desa di wilayah yang rawan belum memahami didanai Desa itu. Ada kegiatan yang bisa dilakukan terkait mitigasi bencana, bisa menyiapkan perahu jika dibutuhkan.
Selain itu, Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, mengatakan walaupun alat sangat kekurangan tapi harus bisa dioptimalkan, dan koordinasi harus lancar.
“Kita berharap masyarakat jangan selalu menjadi objek, harus siap siaga jika terjadi bencana, untuk ikut serta dalam mengahadapi bencana,” harapnya.
Solusi untuk mengatasi permasalahan mengenai kurangnya SDM yakni dengan merekrut relawan dari organisasi masyarakat seperti membentuk Destana
“SDM merupakan faktor yang sangat penting, ya untuk penanganan bencana alam. Setiap terjadi bencana alam membutuhkan tenaga yang banyak,” imbuhnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







