benuanta.co.id, NUNUKAN – Warga Kecamatan Sei Menggaris, Desa Sekaduyun Taka menyerahkan senjata api jenis penabur dan satu butir amunisi aktif jenis Winchester 12 Ca ke Satgas Pamtas Darat Yonif 621/Manuntung pada Ahad (9/10).
Untuk diketahui, senjata merupakan milik seorang pria berinisial AK (40) yang mengaku bahwa senjata tersebut adalah peninggalan dari mendiang orang tuanya.
Dansatgas Pamtas Darat RI-MLY Yonif 621/MTG, Letkol Inf Deny Ahdiani Amir, mengatakan masyarakat Perbatasan dengan sukarela menyerahkan senjata jenis penabur.
Ini berawal dari kedekatan personel Satagas dengan warga stemapat sebagai warga binaan dari pos satgas pamtas yonif 621/Mtg, dan dengan pembinaan serta pemberian pemahaman tentang wawasan kebangsaan juga ketertiban dan keamanan kepada masyarakat di perbatasan, dan juga pemahaman mengenai bahayanya kepemilikan senjata api jenis penabur oleh Danpos Kanduangan Letda Inf Dedik Iswahyudi.
“Ini bentuk kedekatan dan pemahaman yang kita berikan kepada masyarakat tentang bahayanya senjata tersebut, sehingga warga sekitar mau menyerahkan senjata itu kepada kami,” kata Deny Ahdiani Amir, Senin (10/10/2022).
Warga dengan beretikad baik dan dengan kesadaran pribadi menyerahkan kepemilikan senjata api jenis penaburnya, dengan alasan bahwa kepemilikan senjata jenis penabur sangat berbahaya dan sangat beresiko tinggi bagi keluaraga dan masyarakat secara umum
“Saya sangat mengapresiasi akan kesadaran dan kepercayaan masyarakat kepada TNI dalam hal ini Satgas Pamtas Darat RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung,” ujar Dansatgas.
Semoga dengan ini dapat menumbuhkan rasa kesadaran masyarakat perbatasan lainnya dalam kepemilikan senjata api tanpa izin apapun jenisnya adalah pelanggaran hukum dan berbahaya bagi lingkungan bermasyarakat.
AK yang merupakan warga Desa Sekaduyun Taka mengatakan, penyerahan senjata ini atas keinginan dirinya sendiri, tidak ada pemasokan dari siapa pun, tentunya dengan etikad baik atas kesadaran pribadi.
“Sebenarnya penabur dan satu butir amunisi aktif jenis Winchester 12 Ca, dan senjata tersebut merupakan peninggalan dari mendiang orang saya,” ujarnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Matthew Gregori Nusa







