benuanta.co.id, NUNUKAN – Dalam rangka mitigasi dan antisipasi dampak dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Nunukan, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan tengah melakukan sinkronisasi rencana kegiatan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Kepala DKUKMPP Nunukan Sabri, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan untuk penerima, karena sistemnya melakukan verifikasi. Penerima PEN ini juga ditargetkan yang belum pernah menerima bantuan dari pelaku usaha UMKM.
” Pelaku yang baru belum terdaftar, kita data itu nantinya akan kita berikan,” kata Sabri, Kamis (8/9/2022).
Bantuan tersebut juga akan diupayakan untuk bisa disaluran kepada yang betul-betul berhak mendapatkannya.
Selain itu, Subsidi Ongkos Angkut (SOA) udara, maupun sungai akan melakukan surat perjanjian kontrak yang sudah ada. Jika memungkinkan nantinya akan ada penambahan sekitar 10 persen.
Diketahui SOA udara di Nunukan ada di tiga titik yakni wilayah Krayan, Longbawan dengan delapan kali penerbangan, Binuang sebanyak 5 kali dan Long Layu sebanyak 5 kali penerbangan.
“Ini bukan program baru, namun progam yang sudah ada sebelumnya,” jelasnya.
Pada tahun ini dalam rangka mitigasi dan antisipasi dampak dari kenaikan BBM ada sepuluh kecamatan di Kabupaten Nunukan, direncanakan melakukan pasar murah dengan usulan anggaran Rp301.456.000. Sedangkan usulan anggaran sebelumnya di lima kecamatan Rp 60. 198.000.
Kecamatan yang akan ditargetkan pasar murah di antaranya Pulau Sebatik, Pulau Nunukan, dan Kecamatan Seimenggaris, Sebuku, Sembakung, Sembakung Atulai, Tulin Onsoi dan Mensalong.
“Ini kita lakukan dampak dari kenaikan BBM,” tandasnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







