benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebanyak 30 orang dilantik sebagai Pengurus Lembang Adat Dayak Tenggalan Provinsi Kalimantan Utara, (Kaltara) di Desa Tulang, Kecamatan Sembakung Atulai, pada Senin (29/8/2022).
Ketua Umum Lembaga Adat Besar Dayak Tenggalan Kaltara, Yagung Balisi, mengatakan tujuan dan maksud dilakukan pelantikan pengurus lembang adat dayak Tenggalan ini adalah bertujuan untuk mengatur persoalan internal yang ada di suku Dayak dan juga sebagai ujung tombak pemerintah untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Seiring dengan perkembangan zaman Dayak Tenggalan membentuk suatu lembaga untuk bekerja sama dengan pemerintah tentang persoalan keamanan, kenyamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami Suku Dayak Tenggalan yang ada di Desa Tulang, banyak tradisi masyarakat yang belum terekspos, dan kami berharap dengan adanya lembaga adat selain bisa bersinergi dengan pemerintah juga bisa mengembangkan budaya lokal,” kata Yagung Balisi.
Selain itu, Staf Ahli Bupati Nunukan Bidang SDM dan Kesra, Kabupaten Nunukan, Masniadi, S.Hut.,M.A.P., menyampaikan di tengah derasnya arus informasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi saat ini, maka keberadaan adat istiadat dan budaya leluhur di tengah masyarakat secara perlahan mulai ditinggalkan.
Lanjutnya, generasi muda mulai kurang tertarik lagi untuk mempelajari budaya maupun nilai-nilai luhur yang selama ini begitu diagungkan oleh masyarakat. Mereka lebih senang melihat dan meniru pola, kebiasaan, dan gaya hidup instan yang banyak dijumpai di media sosial dan internet.
Dia meminta hal itu menjadi keprihatinan semua, karena jika terus menerus dibiarkan maka bukan tidak mungkin dalam jangka panjang akan tercerabut dari akar budaya sendiri. Akan kehilangan karakter, hingga pada akhirnya akan kehilangan jati diri dan kebanggaan akan adat istiadat dan budaya sendiri.
Sebagai pemerintah daerah menyambut baik kehadiran lembaga adat suku dayak Tenggalan di wilayah Kecamatan Sembakung Atulai, kali ini. “Saya percaya, lembaga adat ini akan mampu menjadi benteng pertahanan yang kokoh dan tangguh dalam menjaga, merawat, serta melestarikan nilai-nilai dan budaya masyarakat suku dayak Tenggalan,” ujarnya.
Dia berharap, kehadiran lembaga adat suku dayak Tenggalan ini juga akan makin meningkatkan jalinan tali silaturahmi, baik tali silaturahmi dengan sesama masyarakat suku dayak Tenggalan sendiri, maupun dengan masyarakat dari suku-suku yang lain.
Masniadi juga berperan kepada lembaga adat suku dayak Tenggalan ini mampu bersikap independen, netral dan mengambil jarak dengan semua kepentingan politik. Karena berdasarkan pengalaman yang sudah, sebuah organisasi massa yang dibawa ke wilayah politik pelan-pelan akan semakin ditinggalkan. (*)
Reporter: Dermawan
Editor: Ramli







