Pesan Dandrem 092/Maharajalila di Alih Kodal Satgas Pamtas RI

benuanta.co.id, NUNUKAN – Upacara Pengalihan Komando dan Pengendalian (Alih Kodal) tugas pengamanan perbatasan (Pamtas) Indonesia-Malaysia dari Yon Armed 18/Komposit kepada Yonif  621/MTG, dihadiri Dandrem 092/ Maharajalila pada, Jumat 19 Agustus 2022.

Dandrem 092/ Maharajalila Brigjen TNI Rifki menyampaikan wilayah perbatasan memiliki arti penting dan strategis dalam mengatasi permasalahan dan ancaman. Beberapa bentuk tindak kriminal yang umum terjadi di perbatasan berupa penyelundupan barang, perdagangan manusia, narkoba, pencurian kayu dan patok perbatasan yang hilang, rusak dan atau bergeser ke wilayah Indonesia ataupun bergeser ke Malaysia.

“Untuk itu pengamanan di perbatasan sangat berperan untuk menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan Negara Indonesia,” Ujar Rifki kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Waspada Hujan Petir di Puncak Arus Balik, BMKG Nunukan Beri Imbauan Khusus bagi Pemudik

Dengan berakhirnya penugasan Yon Armed 18/Komposit, sebagai pelaksana operasi satuan tugas pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia, Rifki menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada Satgas Yon Armed 18/Komposit yang telah menuntaskan tugas pengamanan perbatasan selama kurang lebih 9 bulan dengan sangat baik.

“Kepada seluruh prajurit Yon Armed 18/Komposit saya ucapkan selamat jalan, selamat kembali ke home base, dan sampaikan salam hormat saya kepada keluarga dan prajurit di satuan,” ungkapnya.

Semantara itu kepada Satgas Yonif 621/MTG, Rifki mengucapkan selamat datang di wilayah penugasan di perbatasan. Tugas ini merupakan kepercayaan dan kehormatan serta wujud bakti terhadap rakyat, bangsa dan negara.

Baca Juga :  Usai Lebaran, Dinkes Nunukan Ingatkan Warga Jaga Pola Makan dan Daya Tahan Tubuh

Ia pun menaruh harapan besar kepada seluruh prajurit Satgas Pamtas Yonif 621/MTG, yang mana kehadirannya harus mampu memberikan dampak positif bagi kepentingan keamanan di wilayah perbatasan maupun untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

Rifki menambahkan, serah terima telah dilakukan mulai dari bidang intelijen, bidang operasional termasuk personel dan alat perlengkapan serta pembinaan wilayah teritorial serta unsur-unsur perlawanan sudah dilakukan. Sedangkan untuk standar pelaksanaan tugas, secara interen tidak terjadi pelanggaran atau secara keseluruhan seluruh personel dinyatakan aman.

“Kalau personel berangkatnya 450, kembalinya nanti juga harus 450,” katanya.

Baca Juga :  Kasus Penyakit Akut dan Kecelakaan Meningkat di Nunukan Selama Lebaran

Jenderal TNI bintang satu tersebut menjelaskan, tugas yang paling penting adalah penegakan kedaulatan negara di wilayah-wilayah perbatasan dapat dilakukan oleh personel. Meski begitu, Rifki menuturkan daerah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) bagian Barat hingga saat ini masih banyak yang tidak ada akses listrik dan jaringan telekomunikasi.

“Banyak daerah pedalaman yang tidak ada transportasi darat atau pun air untuk ke sana, jadi hanya mengandalkan transportasi udara. Meski begitu seluruh personel harus tetap siap ditempatkan di manapun untuk menjaga wilayah perbatasan Indonesia,” pungkasnya (*)

Reporter : Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *