benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebuah pohon pisang unik di Kelurahan Nunukan Utara cukup menyita perhatian publik di media sosial. Pasalnya pisang tersebut memiliki bentuk yang sangat panjang.
Sang pemilik, yakni Darwin (59) mengatakan bibit pisang tersebut ia dapatkan dari seseorang temannya di Tawau, Malaysia.
“Ini saya tanam baru sekitar 6 bulanan, kalau nama pisangnya pisang seribu sisir,” ujar Darwin kepada benuanta.co.id, Jumat (12/8/2022)
Darwin memperkirakan panjang ukuran buah pisang seribu sisir miliknya sekitar 2 setengah meter. Bahkan Darwin khawatir pohon pisangnya tak kuat menopang buahnya yang sangat panjang, sehingga berinisiatif untuk memasang kayu untuk membantu menopang buah pisang tersebut.
Ketika buah pisangnya nantinya sudah besar dan matang, Darwin berencana akan membagikan ke tetangga-tetangganya agar turut mencicipi rasa buahnya. Sepintas ukuran pisang tersebut sama seperti pisang jenis Moli, hanya saja yang berbeda jumlah yang banyak dibandingkan pisang pada umumnya.
“Ini sudah banyak teman-teman yang datang untuk minta bibitnya, bahkan ada yang mau beli bibitnya tapi saya tidak jual,” katanya.
Keunikan buah pisang seribu sisir tersebut menarik perhatian tetangganya bahkan orang-orang yang melewati dan melihat pisang tersebut, Darwin mengungkapkan setiap orang yang melihat pisang miliknya selalu singgah untuk berfoto mengabaikan momen.
“Selalu banyak yang singgah berfoto-foto kalau lewat sini, makanya saya sempat kaget sudah ramai masuk di Facebook,” ungkapnya.
Tidak hanya buahnya yang cukup unik, menurut pendapat beberapa orang manfaat dari jantung pisang seribu sisir tersebut diyakini bisa sebagai obat jantung.
Sedangkan untuk perawatannya, perlu dilakukan dengan hati-hati tidak boleh terkena dengan benda tumpul karena dapat merusak kualitas buah pisang tersebut. Selain itu Darwin hanya menyirami pohon miliknya tersebut dengan air bekas cucian beras dan cucian ikan.
Namun sebelum berbuah seperti sekarang ini, jantung pisang tersebut awalnya berukuran sekitar 70 cm. Sedangkan kematangannya, Darwin menjelaskan buahnya tidak bisa matang secara bersamaan.
“Jadi ini matangnya tidak serentak, jadi nanti kita petiknya juga dari atas yang matang duluan yang kita petik, untuk petiknya juga harus hati-hati karena kalau terkena batang buah pisang karena dapat menggangu pertumbuhan buah yang lainnya,” pungkasnya (*)
Reporter : Novita A.K
Editor: Yogi Wibawa







