benuanta.co.id, TARAKAN – Operasi SAR hari ketiga atas hilangnya La Upa (52) di Sungai Rahayu, belum pula membuahkan kabar baik. Sehingga pihak keluarga dan Tim SAR gabungan mempertimbangkan hal tersebut, kemudian ditindaklanjuti ke pihak kepolisian.
Keberadaan La Upa, hingga kini belum ditemukan oleh Tim SAR gabungan semenjak Jumat sore (22/7/2022). Ia dinyatakan hilang saat hendak menjaring ikan.
Saat pencarian hari ketiga, pun telah menyisiri alur sungai maupun di darat, namun tak juga La Upa diketahui keberadaannya, melainkan hanya segelintir barang milik La Upa.
“Tim SAR gabungan telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan keluarga korban, bahwa dengan tidak adanya tanda-tanda keberadaan korban baik di alur sungai maupun di darat, maka masyarakat dan keluarga korban memutuskan untuk menghentikan pencarian dan melanjutkan pelaporan ke pihak kepolisian,” ujar Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril SE kepada benuanta.co.id, Senin (25/7/2022).
Hasil koordinasi tersebut, membuat Tim SAR gabungan memutuskan untuk kembali kesatuan masing masing sekira pukul 17.45 WITA kemarin.
“Operasi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup serta unsur gabungan yang terlibat di kembalikan ke satuannya masing-masing,” lanjut Syahril.
Lebih lanjut, pencarian tersebut pun sebelumnya telah menyisir sungai dan sekitarnya tetapi belum pula menemukan La Upa. Ironisnya, barang-barang milik korban dan alat penangkap ikan telah ditemukan di sekitar sungai.
“Pencarian tim Basarnas dan warga masih belum menemukan titik terang. Kendala saat ini tidak ada saksi mata yang menyatakan apakah korban hilang di air (sungai) atau di darat,” ucap Indra.
Para warga bersama Tim SAR tak lelah, untuk menyisir semua titik lokasi yang disinyalir akan keberadaan La Upa.
Selama pencarian hingga hari ketiga, hanya barang-barang penunjang milik La Upa seperti kendaraan dan pakaian yang ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian.(*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli







