Dua Tahun Vakum, Reog Ponorogo Kembali Hibur Masyarakat Perbatasan

Pelepasan Purna Tugas Satgas Pamtas RI-Malaysia

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pelepasan Purna tugas Satgas Pamtas RI Malaysia Yonarmed 18/Komposit mengahdirkan Pagelaran Reog Ponorogo di markas komando, Jalan Fatahillah, Kelurahan Nunukan Tengah, Sabtu, 23 Juli 2020.

Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 18/Komposit Letkol Yudhi Ari Irawan, kegiatan ini merupakan purna tugas yang mana sudah sekitar 10 bulan telah melaksanakan penugasan di RI-Malaysia yang mulai bertugas sejak September 2021 lalu.

“Di acara pelepasan ini kami berinisiatif untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Nunukan dengan mengahdirkan Reog Ponorogo,” ujar Yudhi kepada benuanta.co.id, Sabtu (24/7/2022).

Baca Juga :  Polisi Awasi Ketersediaan Sembako di Nunukan

Diungkapkannya, alasannya memilih Reog Ponorogo untuk ditampilkan karena ini merupakan kesenian masyarakat Indonesia yang berasal dari Jawa Timur yang harus dilestarikan.

“Saya sendiri berdarah Ponorogo, ibu saya orang Ponorogo, sehingga saya merasa memiliki kesenian budaya reog ini, malam ini serangakaian acara kita berikan dan melibatkan masyarakat,” katanya.

Yudhi menyampaikan, untuk pelaksanaan pengalihan komando (alih kodal) dengan Satgas Pamtas Yonif 62Dua Tahun Vakum, Reog Ponorogo Kembali Hibur Masyarakat Perbatasan/Manuntung akan dilaksanakan pada minggu pertama Agustus 2022.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Mitra Langen Lestari Kabupaten Nunukan, Suryo Atmodjo mengungkapkan kebahagiaannya yang mana sejak pandemi covid-19 selama kurang lebih 2 tahun lamanya, pagelaran Reog Ponorogo bisa melakukan antraksi kembali didepan masyarakat yang ditonton secara langsung oleh ratusan masyarakat Nunukan.

Baca Juga :  Rescue Damkar Nunukan Evakuasi Ular Kobra Masuk Rumah Warga

“Kami mengucapkan rasa terimakasih kepada Satgas Pamtas RI Malaysia Yonarmed 18/Komposit yang telah mendukung kami untuk dapat bangkit kembali beraktivitas setelah pandemi,” ujar Suryo Atmodjo.

Paguyuban Mitra Langen Lestari berdiri sejak tahun 1988, yang beranggotakan kurang lebih 98 orang. Suryo mengatakan saat ini tengah melatih anak-anak agar bisa menjadi penerus untuk melestarikan budaya Reog Ponorogo.

Dikatakannya, kehadiran Paguyuban Mitra Langen Lestari di perbatasan untuk dapat melestarikan kesenian Reog Ponorogo di tengah masyarakat agar tidak di Klaim oleh Negara lain sebagaimana Reog Ponorogo pernah di Klaim oleh negara jiran Malaysia.

Baca Juga :  Konsulat RI Tawau Fasilitasi Pemulangan 114 WNI Usai Jalani Masa Tahanan di Sabah

Terpisah, Sutisna (47) salah satu warga yang datang menyaksikan atraksi Reog Ponorogo mengatakan merasa sangat terhibur setelah 2 tahun tidak pernah lagi melihat atraksi Reog.

“Kita sekeluarga sangat terhibur bisa melihat atraksi Reog Ponorogo dan Kuda lumping, sudah lama sekali kita tidak menonton seperti ini,” ujar Sutisna.(*) 

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *