benuanta.co.id, NUNUKAN – Masalah kesehatan di daerah terpencil masih terus mendapat perhatian serius dari pemerintah baik pusat dan daerah. Termasuk di Nunukan.
Pelayanan kesehatan di daerah terpencil digelar di Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu yang menjadi lokasi pelayanan kesehatan terpadu oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Nunukan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Nunukan Sabaruddin, mengatakan di tahun 2022 telah terjadwal ada empat kali pelayanan kesehatan bergerak di wilayah perbatasan yang aksesnya sulit.
“Tahun lalu kita diminta oleh kementerian kesehatan untuk mengalokasikan pelayanan kesehatan bergerak, kita mengusulkan tiga lokasi salah satunya di Kecamatan Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan hingga ke Krayan,” kata Sabaruddin, kepada benuanta.co.id, Senin (18/7/2022).
Lanjut dia, karena keterbatasan anggaran sehingga di tahun 2022 ini yang dapat hanya ada dua wilayah yakni Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu, yang dijadwalkan sebanyak empat kali dalam satu tahun. Sementara pelayanan spesialis yang diberikan kepada masyarakat terpencil dan terjauh.
“Kita paham jangankan pelayanan spesialis di daerah-daerah seperti itu, untung-untung ada pelayanan reguler, sebab akses sulit, karena tenaga medisnya juga yang sulit menjangkau masyarakat sehingga penuh dengan keterbatasan,” jelasnya.
Menurutnya, didorong dengan berbagai alasan maka di wujudkanlah pelayanan kesehatan yang berkeadilan, merata dan bermutu maka dilaksanakan program pelayanan kesehatan bergerak. “Ini sudah kita lakukan sebanyak satu kali,” ujarnya.
Dikarenakan masih Pandemi Covid 19, maka petugas medis baru satu kali melakukan pelayanan kesehatan di desa-desa Tau Lumbis dan Pansiangan.
Keluhan sakit yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat itu adalah seperti penyakit Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
Layanan kesehatan ini menghadirkan tenaga medis spesialis kebidanan maka ada pemeriksaan kehamilan juga penyakit-penyakit menular mendapatkan pelayanan.
“Bukan hanya ada yang sakit baru datang ke fasilitas kesehatan, tetapi yang sehat juga harus datang untuk pemeriksaan kesehatannya, jangan sampai dia merasakan sehat tetapi sebenarnya ada yang sakit, ini yang sering diendus kepada masyarakat dan juga bagaimana cara hidup sehat,” tutupnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







