benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebanyak 148 pelajar repatriasi dari Malaysia yang nantinya akan disebar di tiga provinsi yakni Kalimantan Utara (kaltara), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah tiba di Kabupaten Nunukan.
Ketua panitia pendamping Pelajar Repatriasi Sabah Malaysia, Samsul Adil mengatakan, pelajar repatriasi dari Malaysia ini sebanyak 148 dan ditambah 3 pendamping. Khusus di Nunukan, Kaltara akan disebar pelajar ini di dua sekolah.
Ia juga membenarkan pelajar ini awalnya 161 orang, namun ada sekitar 13 orang tertunda dikarenakan untuk berangkat ke Indonesia banyak proses yang dilewati salah satu dokumen administrasi dan juga kelengkapan pendukung lainnya.
“Ada 13 orang yang masih tertahan untuk melengkapi kelengkapan, tapi bukan berarti mereka tidak berangkat, tetap akan diberangkatkan setelah menyelesaikan dokumen administrasi,” kata Samsul Adil kepada benuanta.co.id, Kamis (10/2/2022).
Selain itu, kata Samsul Adil, anak TKI yang bersekolah di Malaysia dan melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas/ Kejuraan (SMA/SMK) di Indonesia ini mempunyai mimpi sama dengan anak yang berada di Indonesia. Jika bisa mereka kembali ke Indonesia tidak lagi kembali ke Malaysia sebagai tenaga kerja Indonesia seperti orang tuanya, setidaknya mereka punya mimpi atau cita-cita yang harus mereka gapai.
Dengan adanya program afirmasi pendidikan menengah (Adem) seperti ini agar mereka pulang kembali ke tanah air dan mewujudkan cita-citanya.
“Mimpi mereka ketika hanya di ladang sawit Malaysia tidak bisa digapai, memang mereka mesti sekolah. Sedangkan sekolah SMA di Sabah itu hanya datu, untuk menampung ribuan anak itu tidak bisa, jadi dengan program Repatriasi memulangkan anak-anak untuk pendidikan itu adalah solusi yang terbaik,” terangnya.
Mereka pulang bukan sekedar pulang mereka juga mendapat izin dari orang tuanya, dan juga konsulat Republik Indonesia ada di Sabah Malaysia.
Progam beasiswa akan tetap berkelanjutan sehingga mereka masuk kejenjang yang lebih tinggi.
Jumriani, yang baru tiba di Indonesia melalui pintu masuk pelabuhan Tunon Taka Nunukan, yang akan melanjutkan pendidikan di Kalimantan Selatan merasa setelah menginjak kaki di negerinya sendiri.
“Alhamdulillah senang bisa merasakan negara sendri, karena saya belum pernah ke Indonesia jadi ini pertama kali,” pungkasnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







