benuanta.co.id, NUNUKAN – Hingga saat ini masyarakat Desa Lubakan, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan tak kunjung merasakan layanan air bersih. Warga masih mengharapkan air hujan yang digunakan memasak, minum dan melakukan aktivitas lainnya.
Air sungai juga menjadi alternatif untuk mencuci baju dan piring. Karena air sungai yang berada di depan rumah masih berwarna merah seperti warna teh. Dengan rasa air yang asam dan tidak layak konsumsi.
Muhammad Yunus, seorang warga Desa Lubakan mengatakan sekitar 100 KK di Desa Lubakan yang belum tersentuh air bersih, di antaranya di RT 1, 2 ,3, dan 4.
“Warga di sini yang belum tersentuh air bersih, sudah puluhan tahun memakai air hujan dan air sungai Kanal Lubakan air gambut dengan menyedot menggunakan mesin,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Ahad (23/1/2022).
“Kami hanya mengharapkan air hujan yang kami gunakan untuk memasak, minum, dan juga kami gunakan pembilasan terakhir seperti cuci sayur dan beras,” sambungnya.
Yunus menjelaskan, Desa Lubakan ini belum ada fasilitas air PDAM, jadi sebagai masyarakat sangat membutuhkan air bersih. Air yang berwarna merah persis teh itu tidak diminum, karena itu adalah air gambut.
Jika dalam beberapa waktu tidak turun hujan, warga bisa menggunakan air sungai Sembakung untuk di konsumsi.
“Saya berharap agar pemerintah dapat memperhatikan dan menyediakan air bersih terutama adanya PDAM di Sembakung,” harapnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Matthew Gregori Nusa







