Arung Jeram Sumantipal Diusulkan sebagai Desa Wisata ke Kemenparekraf

benuanta.co.id, NUNUKAN – Desa Sumantipal Kecamatan Lumbis Pansiangan diusulkan menjadi desa wisata ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Pengusulan itu dilakukan oleh Asosiasi Pengusaha Bumi Putera Nusantara Indonesia (Asperindo), yang diserahkan langsung oleh Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang pada Senin, (6/9) lalu.

Diusulkannya Desa Sumantipal, merupakan rekomendasikan Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid kepada Pemprov Kaltara. Sehingga usulan tersebut disertakan dengan desa lain seperti Desa Ardimulyo, Metun Sajau di Kabupaten Bulungan,Desa Pulau Sapi di Kabupaten Malinau, dan UMKM Karang Rejo di Tarakan.

Baca Juga :  Konsulat RI Tawau Bantu Pembuatan SBPK bagi Anak Pekerja Migran Indonesia

“Jika nantinya sudah menyandang status sebagai desa wisata, maka pengembangan objek wisata arung jeram di Desa Sumantipal bisa lebih optimal,” harap Laura.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Nunukan Drs. Syafarudin, menjelaskan Desa Sumantipal sebetulnya sudah beberapa kali mendapat bantuan dari Kemenparekraf, antara lain peralatan jet ski dan peralatan arung jeram.

Baca Juga :  Pasien Rujuk ke Luar Nunukan Diklaim Menurun

Di Desa Sumantipal juga sudah dibentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat telah diberikan pelatihan pengelolaan home stay.

“Alhamdulilah sudah ada beberapa bantuan diberikan untuk pengembangan objek wisata di Desa Sumantipal, tetapi untuk lebih melengkapinya maka diusulkan lagi beberapa item bantuan yang dibutuhkan. Jika prasarananya lengkap itu bisa semakin menarik dikunjungi para wisatawan,” jelas Syafarudin, Jumat (10/9/2021).

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Berikan Bantuan Ratusan Paket Sembako kepada Petugas Kebersihan

Sedangkan wilayah Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu memang dikenal memiliki keindahan alam yang luar biasa, dan puluhan titik jeram yang sangat menantang adrenalin. Namun sulitnya akses untuk mencapai lokasi tersebut masih menjadi hambatan yang harus dipecahkan bersama. Untuk tiba di lokasi itu membutuhkan waktu sekitar 4 jam menggunakan. (*)

Reporter: Darmawan

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *