Dua Warga Binaan Lapas Kelas IIB Nunukan Produksi 150 Tempe dalam Sehari

NUNUKAN – Dua warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan berhasil memproduksi tempe. Tak hanya itu, keduanya dapat memproduksi 150 tempe dalam sehari. Hal ini sejalan dengan pembinaan yang diharapkan Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia dalam upaya menciptakan Narapidana sebagai SDM yang unggul dan produktif serta mempunyai kreatifitas yang baik.

“Sejauh ini kita mampu memproduksi sampai dengan 150 pack tempe per hari nya. Kami selalu menerima narapidana yang ingin dan ada niat untuk bekerja dan menambah pengetahuan di bidang pembuatan tempe untuk bekal mereka kembali ke masyarakat,” kata Dikatakan Akbar dan Bakri adalah Narapidana di Lapas Kelas IIB Nunukan, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga :  TP PKK Nunukan Gelar Bakti Sosial, Beri Santunan ke 100 Anak Yatim di Bulan Ramadan

Untuk keuntungan penjualan nantinya akan diputar kembali untuk modal usaha dan juga sebagai penyumbang PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) dalam Kegiatan Kerja Lapas. Naluri wirausaha memang telah terpatri di jiwa Akbar Keterbatasan di balik penjara, tak membuatnya melepas keahliannya itu.

Ketika para narapidana dan tahanan lainnya tengah sibuk mencuci ataupun menjemur pakaian, kedua pria mengenakan kaus oren dan biru bertuliskan warga binaan pemasyarakatan tengah berada di tempat pembuatan tempe.

Akbar dan Bakri tampak begitu lihai mengaduk-aduk kedelai dengan campuran ragi. Anggapan masyarakat umumnya kerap memandang mantan narapidana dengan sebelah mata.

Baca Juga :  Operasi Ketupat Kayan 2026, Polres Nunukan Siapkan 14 Pos Pengamanan dan Pelayanan

Akbar dan Bakri berharap hal yang dilakukan selama di Lapas bisa dijadikan bekal setelah masa bebasnya tiba. Kendati demikian, proses produksi juga tak berlangsung mulus. tapi setelah belajar dari pegawai dan warga binaan lainnya yang sudah paham terkait produksi tempe tersebut, akhirnya tidak membutuhkan waktu begitu lama baru tiga pekan yang didampingi oleh petugas mereka pun sudah bisa sepenuhnya membuat tempe.

“Sebelumnya saya sama sekali tidak tahu caranya bikin tempe. Di sini kami diajari keterampilan ini hingga saya menguasainya,” tandasnya.

Baca Juga :  Jelang Mudik dan Libur Idulfitri, Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Kesiapsiagaan dan Antisipasi Bencana

Di tempat yang sama Kepala Subseksi Bimker, Abdul Majid mengatakan hingga saat ini produksi tempe terus berlanjut. Setiap hari Senin, Bakri dan Akbar semakin tekun membuat tempe. Hasil produksi mereka, menjadi lauk tambahan yang dinikmati para warga binaan lainnya. Ia mengatakan skill pembuatan tempe itu benar-benar bermanfaat.

Lanjut dia,  pihaknya memang intens melakukan pembinaan keterampilan kepada para WBP. Dengan penuh optimis untuk menjadi yang lebih baik lagi. Tetaplah menjadi pelayan masyarakat yang mempunyai semangat mengabdi dengan tulus dan ikhlas kepada bangsa dan negara. (*)

Reporter: Darmawan

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *