NUNUKAN – Sebanyak 450 prajurit Yonrhanud 16/SBC yang akan bertugas di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, yakni di Kabupaten Nunukan, sebelumnya telah disambut hangat oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid. Bupati juga memperkenalkan wilayah Nunukan serta permasalahan di perbatasan.
Walaupun di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kedatangan 450 prajurit Yonrhanud 16/SBC telah dilakukan beberapa kali tes Swab dengan hasil negatif dan selalu mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan jaga jarak.
Komandan Satgas Pamtas Yonrhanud 16/SBC Mayor arh Drian Priyambodo mengatakan, sebanyak 450 orang yang tiba di Nunukan yang nantinya akan bertugas di setiap pos-pos perbatasan, juga membawa tenaga kesehatan sebanyak 52 orang, dan 1 orang dokter, serta tenaga pendidik.
Untuk tenaga pendidik Yonrhanud 16/SBC sebanyak 10 orang yang telah terverifikasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang nanti nanti ditempatkan di wilayah Sebatik seperti Sei Aji Kuning, Bukit Keramat. Sedangkan untuk wilayah Lumbis di Simantobol, dan Krayan di Long Midan dan Long Bawan.
“Walaupun 10 orang yang sudah terverifikasi, namun ada kader-kader anggota lainnya yang bisa mendidik,” kata Drian kepada benuanta.co.id, Senin (4/1/2021).
Selama 9 bulan atau 273 hari nantinya di perbatasan, selain menjaga perbatasan juga akan melaksanakan patroli patok, melaksanakan sweeping kegiatan ilegal yang memang dilarang oleh pemerintah, dan pembinaan teritorial untuk menyejahterakan masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Nunukan.
“Untuk kegiatan pembinaan teritorial dalam ketahanan pangan, mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir, perlunya mengajak masyarakat agar bisa bercocok tanam sehingga pertanahan pangan bisa tercukupi,” imbuhnya.
Selain itu, Yonrhanud 16/SBC juga akan bersilaturahmi dengan instansi untuk mengajak bersinergi, agar kedepannya lebih baik dan solid.(*)
Reporter: Darmawan
Editor : M. Yanudin







