NUNUKAN – Kepengurusan Ikatan Keluarga Lambata (IKAL) Kabupaten Nunukan Periode 2019-2024 dikukuhkan dan disaksikan oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin, SH yang mewakili Plt. Bupati Nunukan, di Gedung Amalia, Jumat (27/11/2020) malam.
Pemilihan Ketua IKAL telah dilaksanakan pada Desember 2019 lalu. Karena sesuatu hal, sehingga proses pengukuhan baru terlaksana. Dalam pemilihan itu terpilih Daniel Piri sebagai Ketua IKAL yang baru, dia mengantikan Andreas Pendai yang telah menjabat ketua IKAL selama 2 periode.

Ketua K2NTT Robby Nahak Serang, S.H mengatakan, jika berada di suatu daerah dalam jumlah besar, sudah selayaknya mempunyai organisasi. Di mana sebuah organisasi merupakan jembatan atau fasilitator yang menjadi bagian penting untuk membangun komunikasi antar satu dengan yang lainnya, baik keluarga maupun bangsa.
“Yang perlu kita ingat tidak kalah pentingnya Keluarga Nusa Tenggara Timur khususnya Lambata untuk dapat ikut bersama berdampingan dengan keluarga keluarga rumpun lainnya, secara bahu membahu dalam menyongsong pembangun Kabupaten Nunukan, baik sekarang maupun yang akan datang,” kata Robby, Ahad (29/11/2020).
Dia juga meminta kepada keluarga IKAL agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah dan tidak menguntungkan baik secara pribadi maupun secara kemajemukan di Kabupaten Nunukan.
“Marilah kita melangkah dengan baik, dan dengan hati yang jernih, serta kompetensi berpikir yang kita miliki, dan integritas kita sebagai NTT di tanah rantau,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setkab Nunukan Muhammad Amin S.H, yang mengajak rumpun Keluarga IKAL untuk bersama bergandengan tangan menyatukan gerak langkah seirama dalam rangka melaksanakan pembangunan di Kabupaten Nunukan.
“Mari bersama pemerintah bahu membahu dan bersinergi bersama, ambil peranan dengan apa yang dapat kita lakukan untuk membangun negeri ini,” imbuhnya.
Ditambahkannya, di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, tentunya keluarga IKAL harus menjadi agen-agen perubahan dan pembawa ketentraman di Kabupaten Nunukan.
“Saat ini Kabupaten Nunukan telah berusia 21 tahun, dapat tetap berdiri dan terbangun oleh keberagaman suku dan agama, sebuah hal yang harus tetap kita jaga dan kita lestarikan,” jelasnya.
Muhammad Amin berpesan kepada warga Kerukunan IKAL, mendekati pesta demokrasi Pilkada 2020, untuk turut menjaga kondusifitas dan keamanan daerah.
“Saya berpesan kiranya keluarga IKAL bersama Kerukunan NTT di Kabupaten Nunukan dapat turut menjaga terciptanya suasana yang kondusif, aman dan tertib di tengah masyarakat. Terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 menjadi harapan saya kiranya kita tetap berkomitmen untuk melaksanakan pilkada tahun 2020 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes),” tutupnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin







