NUNUKAN – Kelestarian sumber daya alam hayati merupakan tanggung jawab kita bersama. Hal ini yang mendasari Abdullah, sapaan pria asal Karang Anyar yang telah menekuni usaha penangkaran burung di perbatasan Malaysia sejak puluhan tahun lalu. Kecintaanya sedari kecil terhadap dunia peliharaan burung membuatnya tekun menggeluti usaha ini.
Ada beberapa jenis burung yang ditangkarkan Abdullah, antara lain kacer, murai batu dan cucak rawa. Namun kali ini sepasang burung cucak rawa yang dilalulintaskannya ke Tanjung Selor ibukota Kalimantan Utara, Senin (02/11/2020) kemarin.
Abdullah melapor ke Karantina Pertanian Tarakan wilker Nunukan untuk memastikan burung tersebut sehat dan layak untuk dilalulintaskan. Setelah persyaratan administrasi dipenuhi, pejabat karantina hewan wilker Nunukan melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Cucak rawa dinyatakan sehat dan layak untuk dilalulintaskan sehingga dapat diterbitkan sertifikat kesehatannya,” ujar Budi, dokter hewan karantina seusai melakukan pemeriksaan.
Secara terpisah Kepala Karantina Pertanian Tarakan, Akhmad Alfaraby menyampaikan dukungannya terhadap pelestarian sumber daya alam hayati melalui usaha penangkaran.
“Kondisi geografis Kaltara yang terdiri dari pulau-pulau tentunya memiliki tantangan dan potensi HPHK dan OPTK yang cenderung tidak sama antara daerah satu dengan daerah lainnya. Oleh karena itu, Karantina Pertanian Tarakan siap memfasilitasi pemeriksaan kesehatan media pembawa komoditas pertanian yang akan dilalulintaskan,” tukasnya.(*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Ramli







