benuanta.co.id, NUNUKAN – Seorang pelajar SMP berinisial M. Fadil (15), warga Jalan Pangkalan Haji Muhtar, RT 11, Nunukan Timur, Kalimantan Utara, menjadi korban pengeroyokan oleh lima pria dewasa. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 02.00 WITA di Jalan TVRI, tepat di depan akses keluar Hotel Lanfin.
Korban datang ke Mapolsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) dalam kondisi luka-luka dan wajah babak belur untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.
Paman korban, Ahmad Albar, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat Fadil keluar rumah untuk mencari makan. Saat berada di sekitar lokasi, korban melihat temannya melintas menggunakan sepeda motor dan memanggilnya dengan teriakan.
Namun, teriakan tersebut diduga disalahartikan oleh lima pria yang berada di seberang jalan. Mereka yang diduga dalam kondisi mabuk kemudian menghampiri korban.
“Terjadi salah paham. Mereka mengira keponakan saya meneriaki mereka. Tanpa banyak tanya, mereka langsung memukul, meskipun korban sudah berusaha menjelaskan dan meminta ampun,” ujar Albar, Sabtu (11/4/2026).
Tidak hanya Fadil, teman korban yang sempat dipanggil juga turut menjadi sasaran pukulan sebelum akhirnya berhasil melarikan diri.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka cukup serius. Hidungnya mengeluarkan darah, wajahnya lebam, serta beberapa giginya dilaporkan goyang akibat pukulan.
Kasus ini telah tercatat dalam Surat Tanda Terima Pengaduan dengan nomor STTP/15/IV/2026/Reskrim tertanggal 10 April 2026.
Melihat kondisi korban, pihak keluarga berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami berharap pelaku segera diamankan. Perbuatannya sangat meresahkan. Kami juga tidak ingin masalah ini melebar,” tegas Albar.
Sementara itu, Wakapolsek KSKP Nunukan, IPTU Nanang, menyatakan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif.
Polisi telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian, termasuk menelusuri rekaman CCTV di sekitar area tersebut. Dari hasil awal, satu terduga pelaku berhasil diidentifikasi berinisial AS, yang diketahui merupakan residivis dan berdomisili di Jalan Lumba-Lumba, Nunukan Timur.
“Kami terus melakukan pencarian terhadap para pelaku lainnya. Rekaman CCTV tambahan, termasuk dari Hotel Lanfin, masih kami kumpulkan untuk memperkuat identifikasi,” jelasnya.
Ia menegaskan pihak kepolisian akan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku.
“Percayakan penanganan kasus ini kepada kami. Setiap tindakan kriminal pasti ada konsekuensinya,” tutupnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Ramli







