benuanta.co.id, NUNUKAN – Upaya penyelesaian lahan untuk proyek Embung Lapri di Pulau Sebatik kini memasuki fase krusial.
Tiga legislator DPRD Nunukan, yakni Arpiah, Andi Yakub, dan Hasbi, melakukan kunjungan langsung ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) pusat pada Selasa (7/4/2026).
Langkah ini dilakukan guna memastikan kepastian hukum atas lahan yang akan digunakan dalam proyek tersebut.
Dari pertemuan itu, disepakati akan digelar rapat lintas instansi yang melibatkan BPN pusat, BPN daerah, pemerintah kabupaten, serta DPRD.
Forum ini ditujukan untuk merumuskan solusi konkret terkait sengketa lahan yang dinilai sangat penting bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah, menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk komitmen pihaknya dalam mengawal proyek strategis tersebut hingga tuntas.
Menurutnya, masyarakat Sebatik tidak seharusnya terus berada dalam ketidakpastian, apalagi di tengah meningkatnya kebutuhan akan air bersih.
“Keberadaan embung ini sangat penting. Sebatik yang berada di kawasan perbatasan kerap mengalami kekeringan, sehingga jaminan ketersediaan air menjadi hal yang mendesak,” ungkapnya.
Arpiah menegaskan, persoalan lahan harus segera diselesaikan dan menjadi perhatian bersama. Meski demikian, ia menekankan pentingnya proses yang tetap berlandaskan hukum serta melindungi semua pihak yang terlibat.
Ia juga mengingatkan agar solusi yang diambil bersifat adil dan terbuka, sehingga tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Rencana pelaksanaan rapat bersama dinilai sebagai langkah positif. Hal ini menunjukkan adanya keseriusan berbagai pihak untuk duduk bersama dan mencari solusi terbaik.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Nunukan disebut telah menyiapkan dana ganti rugi lahan lebih dari Rp24 miliar bagi masyarakat terdampak proyek. Kesiapan anggaran ini menjadi indikasi kuat bahwa pemerintah daerah serius menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
“Kalau anggaran sudah tersedia, artinya komitmennya sudah jelas. Tinggal memastikan aspek legalitas lahan bisa segera diselesaikan,” tegasnya.
Arpiah berharap seluruh proses dapat segera menemukan titik temu, sehingga pembangunan Embung Lapri bisa segera direalisasikan dan kebutuhan air bersih masyarakat Sebatik dapat terpenuhi. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







