benuanta.co.id, NUNUKAN – Aktivitas pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten Nunukan berangsur normal pasca libur Idulfitri.
Sebagai fasilitas rujukan utama di perbatasan Indonesia–Malaysia, rumah sakit tetap siaga melayani lonjakan pasien.
Plt. Direktur RSUD Kabupaten Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau mengungkapkan adanya peningkatan kunjungan yang signifikan selama periode Lebaran. Lonjakan tersebut didominasi oleh kasus penyakit akut, kelelahan perjalanan, serta kecelakaan lalu lintas (lakalantas).
“Kami sudah mengantisipasi peningkatan ini sejak awal dengan menerapkan sistem siaga 24 jam dan penguatan tenaga medis di setiap unit, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD),” ujar dr. Andi Bau.
Diungkapkannya, puncak kunjungan terjadi pada malam hari dan selama arus balik. Selain lakalantas, gangguan kesehatan akibat perubahan pola makan menjadi keluhan yang paling sering ditemui.
“Kasus terbanyak meliputi kecelakaan, dehidrasi, dan gangguan pencernaan. Meski ada tekanan jumlah pasien, seluruhnya dapat tertangani dengan optimal,” jelasnya.
Memasuki masa pasca Lebaran, kondisi di IGD mulai stabil. Namun, pihak rumah sakit tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gejala kelelahan akut atau gangguan kesehatan lanjutan.
Setelah berakhirnya cuti bersama, pelayanan rawat jalan dan poliklinik kini telah dibuka secara penuh. Masyarakat yang sempat menunda pemeriksaan selama libur Lebaran kini dapat kembali mengakses layanan spesialis secara normal.
Ia menegaskan, manajemen RSUD menjadikan momentum ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu layanan, mulai dari ketersediaan obat hingga sistem rujukan.
Sebagai garda terdepan di wilayah perbatasan, peningkatan fasilitas dan kompetensi tenaga kesehatan menjadi prioritas untuk menjawab tantangan geografis dan tingginya mobilitas masyarakat lintas batas.
“Dengan kondisi yang mulai stabil, RSUD Nunukan berkomitmen memberikan rasa aman dan pelayanan medis yang merata bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







