benuanta.co.id, NUNUKAN – Jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Puncak arus mudik di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan berlangsung padat. Namun jumlah penumpang kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) di Kabupaten Nunukan diperkirakan tidak setinggi dan sepadat tahun sebelumnya.
Ini terlihat dari penjualan tiket yang hingga kini belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Kepala PT Pelni Cabang Nunukan, Sudjito mengatakan penjualan tiket kapal untuk periode mudik Lebaran 2026 sebenarnya telah dibuka sejak sebulan sebelum jadwal keberangkatan.
Namun berdasarkan data sementara, jumlah pembelian tiket masih berada di bawah capaian tahun lalu.
“Berdasarkan data penjualan hingga saat ini, terjadi penurunan sekitar 20 persen dibandingkan penjualan tahun sebelumnya,” ujar Sudjito pada Senin, (16/03/26).
Menurutnya, kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh jarak waktu antara libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan Idul Fitri yang relatif berdekatan pada tahun ini.
Situasi itu kemungkinan membuat sebagian masyarakat, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia, telah lebih dahulu pulang kampung pada momen libur Nataru.
“Prediksi kami, karena jarak Nataru dengan Lebaran tidak terlalu jauh. Kemungkinan mereka sudah pulang saat libur Natal dan Tahun Baru, sehingga saat Idul Fitri tidak melakukan perjalanan lagi,” ujarnya.
Meski demikian, Pelni tetap mempersiapkan layanan transportasi laut untuk mengantisipasi potensi peningkatan penumpang menjelang puncak arus mudik.
Masyarakat di wilayah perbatasan seperti Nunukan masih menjadikan kapal laut sebagai salah satu moda transportasi utama untuk pulang kampung.
Sudjito juga mengimbau calon penumpang agar membeli tiket melalui kanal resmi yang telah disediakan Pelni guna menghindari praktik percaloan.
Pembelian tiket dapat dilakukan secara langsung di loket maupun secara daring melalui laman dan aplikasi resmi Pelni.
“Sekarang pembelian tiket sudah sangat mudah. Masyarakat bisa datang ke loket, tetapi lebih praktis melalui aplikasi atau situs resmi.
Tiket bisa dibeli dari rumah tanpa harus antre,” ujarnya.
Pelni berharap kemudahan sistem pembelian tiket tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan saat puncak arus mudik Idulfitri 2026. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







