benunata.co.id, NUNUKAN – Selama bulan Ramadan, volume sampah di Kabupaten Nunukan mengalami peningkatan, meski kenaikannya tidak terlalu signifikan.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan, Muhammad Irfan Akmad, menjelaskan kenaikan hanya sekitar beberapa persen.
“Lonjakan paling banyak terjadi di tempat-tempat publik seperti pasar, masjid, dan pusat penjualan makanan, hampir sebagian besar berasal dari sampah plastik kemasan makanan,” ujar Muhammad Irfan, pada Jumat (13/03/26).
Untuk menghadapi kondisi tersebut, DLH melakukan penyesuaian jadwal kerja petugas kebersihan.
“Karena sebagian petugas menjalankan ibadah puasa, maka jam kerja kami atur ulang, petugas Muslim lebih banyak bekerja pada malam hari, dini hari, dan pagi hari, sedangkan siang hari sebagian tugas dibantu petugas non-Muslim,” jelas Irfan.
Selain itu, DLH juga mengingatkan masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.
Menurut Irfan, peraturan daerah tentang persampahan menetapkan sanksi bagi warga yang melanggar.
“Kalau tempat sampah sudah penuh, jangan ditaruh di sampingnya, carilah tempat sampah lain yang masih kosong atau simpan sementara di rumah, kita berharap masyarakat bisa saling mengingatkan, terutama di sekitar TPS atau kontainer, agar sampah benar-benar masuk ke tempatnya,” tambahnya.
Irfan menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik dimulai dari rumah masing-masing.
“Mari kita bersama-sama belajar mengelola sampah dengan baik, dengan disiplin kecil seperti ini, lingkungan kita akan lebih bersih, terutama menjelang Hari Raya Idul fitri,” pungkasnya. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







