Perkuat Pertahanan hingga Optimalkan Potensi Lokal Perbatasan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Perkuat aspek pertahanan sekaligus menjadi bentuk kolaborasi dalam mengoptimalkan pemanfaatan potensi lokal di wilayah perbatasan, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia (RI) Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama Brigjen TNI Dr. Saripudin, S.Sos., M.Si., Direktur Perencanaan (Dirren) Kodiklat TNI-AD melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kecamatan Sei Menggaris.

Anggota Tim Ekspedisi Patriot Unpad Nunukan, Ahmad Rifki Nurfebriansyah, menjelaskan rombongan melakukan diskusi bersama Camat Sei Menggaris mengenai pengembangan potensi lokal. Dalam diskusi tersebut, Brigjen TNI Dr. Saripudin, menilai wilayah Sei Menggaris memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan komoditas unggulan.

Baca Juga :  Satgas Pamtas Gagalkan Peredaran 142 Botol Miras dan 1.200 Kosmetik Ilegal di Sebatik

Menurutnya, pengembangan potensi lokal memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dalam aspek keamanan dan pertahanan, mengingat wilayah ini berada di perbatasan wilayah. Kolaborasi yang kuat menjadi faktor utama agar proses pengembangan kawasan dapat berjalan optimal.

“Dalam diskusi tersebut, Sei Menggaris sebagai kawasan transmigrasi di wilayah perbatasan memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas unggulan. Namun, pengembangan ini harus membutuhkan dukungan dari seluruh pihak terkait,” ujar Ahmad Rifki, Jumat (5/12/2025).

Baca Juga :  Kebutuhan Pupuk Subsidi di Nunukan Jauh dari Alokasi, DPRD Dorong Penambahan Pasokan

Selain itu, rombongan juga mengunjungi Pos Gabma TNI untuk meninjau kondisi personel serta kesiapsiagaan pengamanan perbatasan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pertahanan dan keamanan dalam menjaga stabilitas kawasan perairan maupun daratan.

Sementara itu, Brigjen TNI Dr. Saripudin memberikan apresiasi terhadap Desa Srinanti sebagai salah satu kawasan transmigrasi yang berhasil memanfaatkan dan mengembangkan potensi lokal secara optimal.

Baca Juga :  TNI di Perbatasan Dituntut Makin Responsif, Lanal Nunukan Tekankan Profesionalisme dan Sinergi

“Pengembangan potensi lokal seperti hasil perkebunan seperti tomat, dan mendorong pengembangan ini harus berkelanjutan dengan kolaborasi yang kuat,” ucapnya.

Saripudin menyimpulkan wilayah perbatasan bukanlah kawasan yang dilindungi, melainkan kawasan strategi yang harus dikembangkan secara berkesinambungan sebagai etalase negara. Beliau berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius agar potensi wilayah perbatasan dapat dimanfaatkan secara optimal dan akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *