Solusi Jangka Panjang Banjir di Sembakung, Pemkab Nunukan Usulkan Relokasi 220 KK ke Pemerintah Pusat

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan mengusulkan ke pemerintah pusat agar ratusan Kepala Keluarga (KK) di dua RT di Tembelunut Desa Atap, Kecamatan Sembakung untuk di relokasi.

Hal ini merupakan solusi jangka panjang yang akan diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk menangani banjir berkepanjangan. Bahkan banjir bisa terjadi 6 kali dalam setahun di Desa Atap khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Sembakung.

Kepala Pelaksana BPBD Nunukan, Arief Budiman mengatakan kondisi warga yang tinggal di bantaran Sungai Sembakung kian memprihatinkan sebagaimana hasil pantauannya langsung di lokasi beberapa hari lalu.

Baca Juga :  Kawal LKPJ Pemkab Nunukan, DPRD Bakal Tinjau Realisasi Program

“Untuk penanganan jangka panjangnya, sebenarnya kita sudah ajukan proposal ke Kementerian Perkim dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI,” kata Arief.

Diungkapkannya, saat ini pemerintah daerah masih melengkapi dokumen sebagai syarat administrasi relokasi untuk pencairan anggaran yakni surat lahan yang akan digunakan sebagai lokasi relokasi warga. Sementara untuk proses sertifikasi lahan saat ini masih berproses di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nunukan.

Baca Juga :  Momen Arus Balik, Sat Polairud Nunukan Fokus Pengamanan Jalur Laut

Adapun lahannya sendiri berada di Desa Atap dan merupakan lahan hibah dari masyarakat dengan luas kurang lebih 2 hektare lebih. Nantinya lahan tersebut akan dimatangkan lagi oleh Pemkab Nunukan.

“Alhamdulillah masyarakat sudah mau dipindahkan, kalau beberapa tahun lalu itu mereka kokoh tidak mau pindah. Namun karena intensitas banjir yang sering terjadi mereka sendiri yang akhirnya minta untuk di pindahkan yang penting lokasinya masih ada di Desa itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Air Terjun Binusan Kian Diminati, Kunjungan Tembus 1.775 Wisatawan di Awal 2026

Dikatakannya, setidaknya ada 220 KK yang diajukan ke pusat untuk dilakukan relokasi. Nantinya, jika proposal tersebut disetujui maka pusat akan membangunkan rumah untuk ratusan KK tersebut.

“Pusat ini sisa menunggu kelengkapan surat dari kita saja. Jadi untuk bantuannya itu langsung rumah makanya kita ajukan ada 220 rumah di RT 6 dan 7 Desa Atap yang akan di relokasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *