benuanta.co.id, NUNUKAN – Maksimalkan pelayanan kependudukan Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melakukan jemput bola ke wilayah perbatasan.
Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Nunukan, Wilson mengatakan upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki dokumen kependudukan.
“Jemput bola ini juga kita lakukan untuk mempermudah akses masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke Pulau Nunukan untuk mengurus dokumen mereka tapi ini kita yang ke sana,” ungkap Wilson.
Hal ini lantaran letak geografis wilayah Kabupaten Nunukan yang terpisah pulau sehingga menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kependudukan. Pasalnya untuk wilayah tiga yakni Pulau Sebatik, wilayah Kabudaya hingga dataran tinggi Krayan harus menggunakan ongkos yang besar jika harus ke Pulau Nunukan untuk mengurus dokumen kependudukan.
Sehingga dengan adanya layanan jemput bola ini dapat mengurangi biaya transportasi bagi masyarakat. Khususnya untuk masyarakat di wilayah Krayan yang hanya bisa di akses menggunakan pesawat.
Selain itu, jemput bola ini dilakukan untuk cetak pembaharuan kartu keluarga, pindah domisili, pembuatan akta kelahiran dan kematian, serta cetak akta perkawinan dan rekam sekaligus cetak dokumen kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-El).
Selama pelaksanaan jemput bola, masyarakat menyambut dengan antusias. Bahkan, untuk di wilayah Krayan masyarakat sangat antusias hingga berjalan kaki dari desa hingga ke kecamatan untuk bisa mendapatkan layanan kependudukan.
“Khususnya untuk masyarakat di Krayan itu sangat antusias sekali, bahkan saat sore hari kita sudah mau tutup layanan masih banyak yang berdatangan bagaikan mereka menempuh jarak yang jauh. Jadi kita biasa sampai lembur untuk mengerjakannya,” ucapnya.
Ia mengatakan, layanan jemput bola ini sudah rutin dilakukan oleh pihaknya setiap tahunnya. Untuk tahun ini pihaknya sudah melakukan layanan jemput bola di Pulau Sebatik selama 5 hari.
Akan tetapi, lantaran adanya efisiensi anggaran dari pusat diakuinya berdampak besar pada pelayanan jemput bola. Khususnya untuk pelayanan di Krayan.
“Untuk Krayan ini kan hanya bisa kita akses menggunakan pesawat. Sedangkan ongkos untuk kesana cukup besar. Dengan adanya efisiensi anggaran setelah kita pertimbangkan untuk tahun ini kita lakukan jemput bola di Krayan, kita fokuskan dulu di tahun ini untuk Pulau Sebatik dan Kabudaya,” jelasnya.
Kendati demikian, Wilson mengatakan jika pihaknya akan tetap memaksimalkan pelayanan jemput bola dokumen kependudukan dan pencatatan sipil untuk masyarakat di wilayah perbatasan. (*)
Reporter : Novita A.K
Editor: Endah Agustina







