benuanta.co.id, NUNUKAN – Belakangan ini simbol bendera bajak laut dari serial anime One Piece marak beredar di berbagai platform media sosial. Fenomena ini turut menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, mengatakan bahwa tren ini tampaknya diikuti oleh banyak kalangan anak muda tanpa benar-benar memahami arti dan makna dari simbol tersebut.
“Kalau dicermati, mereka yang memasang atribut One Piece sebenarnya tidak tahu apa artinya. Mereka hanya ikut-ikutan saja,” kata saat ditemui, Selasa (5/8/2025).
Akhmad mengungkapkan keprihatinannya terhadap perilaku anak-anak muda masa kini yang kerap mengikuti tren secara membabi buta, tanpa mempertimbangkan dampak baik atau buruknya.
“Anak-anak muda sekarang kadang latah. Mengikuti sesuatu, tapi belum tahu artinya. Kalau itu positif, tentu bagus. Tapi kalau negatif, sebaiknya jangan diikuti,” tegasnya.
Meskipun tren ini ramai di media sosial, Akhmad memastikan bahwa di lingkungan pelajar Nunukan belum ditemukan adanya penggunaan simbol-simbol One Piece yang mencolok.
“Kalau kami lihat, untuk di Nunukan belum ada (pelajar yang ikut-ikutan). Memang di media sosial ramai, tapi untuk anak-anak pelajar, sejauh ini belum terlihat,” jelasnya.
Ia pun berharap, masyarakat, khususnya para pelajar, dapat lebih selektif dalam menyerap budaya populer yang beredar luas di internet.
“Kalau itu baik, silakan diikuti. Tapi kalau tidak, sebaiknya dijauhi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







