Kunjungi Kalabakan, Konsulat RI Dengar Langsung Keluh Kesah Pekerja Migran Indonesia

benuanta.co.id, NUNUKAN – Beberapa pekan lalu, Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Tawau melakukan kunjungan ke perwakilan Sahabat Migran Indonesia (SMI) di Kalabakan. Kunjungan ini bertujuan untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sejumlah syarikat (perusahaan) perkebunan di kawasan tersebut.

Diskusi yang berlangsung lebih dari dua jam itu memunculkan sejumlah persoalan krusial. Salah satu yang paling mencuat adalah keluhan terkait gaji yang masih berada di bawah upah minimum, serta tidak adanya tunjangan kesehatan bagi para pekerja.

Baca Juga :  Kasus Penyakit Akut dan Kecelakaan Meningkat di Nunukan Selama Lebaran

Riswan, Ketua SMI Kalabakan, mengungkapkan bahwa permasalahan tersebut sudah lama dirasakan sebagian besar anggotanya.

“Masih ada teman-teman yang dibayar jauh di bawah upah minimum. Bahkan ketika mereka sakit, tidak ada fasilitas atau tunjangan kesehatan dari pihak syarikat. Kami berharap ada dorongan dari Konsulat agar hak-hak ini bisa diperjuangkan,” kata Riswan.

Selain persoalan upah dan kesehatan, pertemuan juga menyoroti kurangnya pemahaman PMI mengenai manfaat dan mekanisme pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan. Banyak pekerja belum mengetahui bahwa program ini dapat memberikan perlindungan dasar saat terjadi risiko kerja.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran Tawau–Nunukan Memuncak, Ribuan PMI Kembali ke Malaysia

Konsul RI Tawau, Aris Heru Utomo, menegaskan bahwa kehadiran Konsulat merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memastikan para PMI tidak merasa sendirian dalam menghadapi berbagai tantangan di negeri jiran.

“Kami hadir untuk mendengar, mencarikan solusi, dan melakukan advokasi apabila ada hak-hak PMI yang dilanggar,” kata Konsul Aris, Ahad (3/8/2025).

Terkait BPJS adalah perlindungan dasar. Pihaknya akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan BPJS ini di kalangan PMI.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program jemput bola yang rutin dilakukan oleh Konsulat RI Tawau, khususnya ke wilayah-wilayah perkebunan yang sulit dijangkau.

Baca Juga :  Volume Sampah di Nunukan Melonjak Jadi 26 Ton per Hari saat Momen Idulfitri

“Kami sadar tidak semua PMI bisa datang ke Konsulat di Tawau. Karena itu, kami yang datang menemui mereka, mendengarkan langsung masalah yang ada,” lanjut Konsul RI.

Kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata diplomasi perlindungan WNI di luar negeri dan menunjukkan kehadiran negara dalam menjamin hak dan kesejahteraan warga negaranya, di mana pun mereka berada. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *