benuanta.co.id, NUNUKAN – Di tengah maraknya kabar negatif yang beredar di media sosial terkait situasi dunia Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan mengajak generasi muda, khususnya generasi Z, untuk tetap optimis dan tidak terpengaruh oleh pesimisme yang berkembang.
Dalam sambutannya pada kegiatan wisuda di STIT Ibnu Khaldun Nunukan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan Akhmad menyoroti maraknya postingan yang menggambarkan kondisi dunia secara kelam.
Mulai dari konflik bersenjata, kesulitan ekonomi, hingga gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), semuanya tersebar luas dan membentuk narasi ketakutan terhadap masa depan.
“Perang di berbagai belahan dunia, sulitnya mencari pekerjaan, dan PHK di mana-mana adalah propaganda yang tidak sehat di media sosial,” kata Akhmad, Ahad (3/8/2025).
Ia menilai, narasi-narasi tersebut kerap kali memperburuk mentalitas anak muda jika tidak disikapi secara bijak.
Sebagai seorang pejabat yang juga pendidik, Akhmad mendorong para mahasiswa dan sarjana baru untuk melihat tantangan tersebut sebagai motivasi, bukan hambatan. Ia menegaskan bahwa informasi semacam itu harus menjadi cambuk semangat untuk bekerja lebih keras dalam meraih keberhasilan.
“Sebagai kaum intelektual, saya yakin kalian semua mengikuti perkembangan tersebut. Tapi jangan jadikan itu racun yang melemahkan semangat kalian. Jadikanlah itu cambuk untuk berjuang lebih keras,” pesannya kepada para wisudawan.
Akhmad juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dosen dan pimpinan STIT Ibnu Khaldun atas dedikasi dalam membimbing dan mendidik mahasiswa. Ia mengakui peran besar para pendidik dalam mencetak generasi yang siap terjun ke masyarakat sebagai agen perubahan.
“Terima kasih kepada seluruh civitas akademika STIT Ibnu Khaldun. Tanpa bimbingan dan ilmu dari para dosen, para mahasiswa tidak akan sampai di titik ini — menjadi sarjana yang siap membangun daerah dan bangsa,” lanjutnya.
Meski saat ini STIT Ibnu Khaldun baru dikenal secara lokal di Kabupaten Nunukan, Akhmad meyakini bahwa kampus ini memiliki potensi besar untuk tumbuh dan menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di Kaltara.
“Tidak ada yang instan di dunia ini. Tapi saya percaya, dalam beberapa tahun ke depan, STIT Ibnu Khaldun akan menjadi kampus Islam kebanggaan masyarakat Kaltara dan sekitarnya,” tutupnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







